
PADANG PANJANG – Tim pelatih yang akan mendampingi siswa dalam program Silek Tradisi Minangkabau Masuk Sekolah di SMA Negeri 2 Padang Panjang, mulai garap persiapan materi yang akan diajarkan para pertemuan pertama Jumat depan.
“Alhamdulillah, kita sedang persiapkan materi untuk disampaikan kepada siswa Kelas X di SMAN 2 Padang Panjang mulai Jumat lusa. Materi-materi ini, akan kita matangkan dalam diskusi tim pelatih,” demikian disampaikan Drs. Batlimus, salah seorang angota tim pelatih dari sekolah tersebut, Rabu (28/1/2026).
Menurut sesepuh silat dari perguruan Satria Muda Indonesia itu, materi yang akan disampaikan kepada siswa mulai Jumat depan, didasarkan pada modul yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Sumatra Barat sebagai penanggungjawab program.
“Jadi materi yang kita kkonsep ini tidak keluar dari modul yang ada. Materi kita sesuaikan dengan kondisi lapangan, dan berdasarkan diskusi bersama tim,” tegas mantan anggota DPRD Kota Padang Panjang itu kepada awak Warta Pendidikan.
Sementara itu pada kesempatan terpisah di hari yang sama, pimpinan perguruan silat Ampu Silang, Marde Putra, yang juga menjadi bagian dari tim pelatih yang akan mengampu pelatihan di sekolah tersebut mengatakan, konsep materi yang dibuat secara bersama oleh tim, nantinya akan dilakukan secara berkelanjutan.
“Jadi ini benar-benar dari dasar. Bagaimana pengetahuan tentang silek tradisi itu dibangun sedemikian rupa untuk dipahami oleh siswa,” sebut sosok yang juga sineas film itu.
Ditambahkan Marde yang sejak mudanya mendalami aliran Silek Pauah tersebut, materi-materi yang akan diajarkan nantinya juga akan dipusatkan pada membangun pemahaman siswa terhadap pentingnya Silek Tradisi sebagai bagian dari budaya asli Minangkabau yang mengantarkan generasi muda sebagai figur yang terampil dalam berbagai bidang kehidupan.
“Karena belajar silek adalah belajar cara hidup, dan generasi muda kita perlu memahami itu secara mendalam,” pungkasnya. (*)

















