
PADANG PANJANG – Tahapan membangun Satuan Pendidikan aman Bencana (SPAB) di SMA Negeri 2 Padang Panjang tiba di puncak program. Peluncuran SPAB, Rabu (9/9/2026) pagi, digelar di sekolah yang ditetapkan sebagai pilot project oleh lembaga Alpha Rescue itu.
Pada kesempatan peluncuran itu, Kepala SMA Negeri 2 Padang Panjang Dra. Yurnilis menyampaikan, program SPAB di sekolah yang dipimpinnya dapat direalisasikan berkat kerjasama dengan lembaga Alpha Rescue yang berpusat di Kota Malang Jawa Timur.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa sampai di momen peluncuran SPAB di sekolah yang kita cintai ini. Program ini terealisasi atas kerjasama kami dengan Alpha Rescue. Sejak awal, program ini dihandle tim Alpha Rescue mulai dari sosialisasi, pembentukan Satgas SPAB, dan penunjukan tim Siswa Siaga Bencana,” papar Yurnilis saat memberikan sambutan di awal kegiatan.
Disebutkan Yurnilis, selain tahapan tersebut, satu hal penting yang telah terselesaikan dalam membangun SPAB adalah tersusunnya dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Rencana Kontijensi.
“Saat ini, kita sudah memiliki dokumen KRB dan Rencana Kontijensi sebagai acuan mitigasi bencana, dan petunjuk tindakan ketika terjadi keadaan darurat. Dokumen ini, kita pastikan akan mendukung seluruh rangkaian program SPAB sekolah ke depan,” imbuh Yurnilis.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Disdik Sumbar, Willia Zuwerni, S.Pd., M.Si, pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya atas langkah maju yang diambil oleh SMA Negeri 2 Padang Panjang sekaitan dengan program SPAB.
“Kami dari Dinas Pendidikan Sumatra Barat melalui Cabang Dinas Wilayah I, mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas launching pada hari ini. Kita sadari bahwa sekolah aman mencana merupakan kebutuhan mendasar karena memang daerah kita berpotensi terjadi berbagai bencana,” ujarnya.
Willia juga menyampaikan, pihaknya ingin program SPAB ini dikembangkan di seluruh sekolah di wilayah yang dipimpinnya.
“Di Cabdin Wilayah I ada 106 sekolah, yang juga harus kita siapkan untuk menghadapi potensi bencana nanti. Program ini akan kita imbaskan bersama Alpha Rescue,” tegasnya.
Kegiatan peluncuran SPAB pertamakali di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat itu, selain dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumbar Wilayah I, turut pula dihadiri Kepala BPBD – Kesbangpol Kota Padang Panjang, sejumlah kepala SMA di kota Padang Panjang, serta unsur Dinas Kesehatan, Kepala RSUD Padang Panjang, Direktur RSI Yarsi Padang Panjang, unsur BMKG, unsur Polres Padang Panjang, dan para undangan.
Kegiatan launching diakhiri dengan simulasi evakuasi gempa bumi yang digawangi Tim Pusdalops BPBD Padang Panjang.
SMAN 2 Padang Panjang Satu-satunya SPAB di Sumbar
Sementara itu, secara terpisah Direktur Alpha Rescue, Nova Indra, kepada awak media ini menyampaikan, untuk SPAB yang tersusun secara resmi berdasarkan tahapan dan kelengkapan instrumen, satu-satunya baru ada di SMAN 2 Padang Panjang.
“Secara regional, di Sumatra Barat, ini adalah SPAB satu-satunya yang memiliki kelengkapan instrumen. Karena itu, saat launching tadi pagi, kita sampaikan kepada Dinas Pendidikan Sumbar melalui Kacabdin Wilayah I untuk menjadikan SPAB SMAN 2 Padang Panjang sebagai piloting,” terang penulis buku Langkah Strategis Mitigasi Bencana Kota Padang Panjang itu.
Dikatakan Nova, dengan adanya penawaran dari Kacabdin Wilayah I, Alpha Rescue menyatakan kesiapan.
“Kita tentunya siap untuk meneruskan program ini dan menerima tawaran kerjasama dari Cabang Dinas Wilayah I. Untuk itu, kita sudah punya persiapan jauh-jauh hari. Bukan hanya di Sumbar, program kemitraan ini juga kita lakukan dengan daerah lain di tanah air,” jelasnya. (*)



















