
Lebih lanjut menurutnya, sebelum paket bantuan tiba di Lembata, Program Manager Moringa WVI NTT, Mesiany Hortensia melalui Koordinator WVI Moringa Project, Ferdinand Bano telah menghubungi dirinya untuk menyampaikan jenis bantuan yang akan disumbangkan ke RSUD Lembata.
Sementara itu, Program Manager Moringa WVI NTT, Mesiany Hortensia saat dihubungi via telpon menjelaskan, bantuan yang dikirim WVI NTT via expedisi KWT 2 untuk diserahkan narahubung kepada pihak RUSD Lembata terdiri dari 1 (satu) box/kardus besar yang berisi alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan juga 1 (satu) unit tandom air 650 liter lengkap dengan aksesorisnya dan 1 (satu) unit dudukan tandom air 650 liter.
Mesiany merincikan, di dalam box/kardus besar itu berisi alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari masker bedah 20 box, hasmat gown fullbody jumsuit (disposal unit) 25 pcs, safety goggle kacamata medis 20 pcs, tutup kepala 300 pcs, penutup alas kaki 300 pcs, sarung tangan sekali pakai 300 pcs, hand sanitizer 15 pcs.
Paket bantuan yang semestinya diserahkan ke pihak penerima dalam hal ini RSUD Lembata pada Kamis (21/5), namun karena hari yang bersangkutan merupakan libur nasional maka paket tersebut baru diserahterimakan pada Jumad (22/5).

Dalam acara serah terima, dr. Bernardus Yoseph Beda, Direktur RSUD Lembata selaku penerima sumbangan menyampaikan terima kasih atas sumbangan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk RSUD dalam bentuk APD untuk memenuhi kebutuhan di rumah sakit ini dalam menangani pasien covid-19 di Lembata.
Menurut dr. Bernad, kesulitan yang dihadapi oleh pihak rumah sakit manakala dua pelaku perjalanan dari Inggris tiba di Lembata. Pada waktu itu pun belum ada petunjuk dari pemerintah provinsi agar RSUD Lembata menjadi rumah sakit rujukan.
“Karena keterbatasan…



















