
Semua bisa diawali dengan sistem pendidikan era pendemi Covid-19 yang terukur, ternilai dan berproses secara rasional, dengan tetap menggunakan protokol Covid-19. Pendidikan untuk generasi muda bangsa perlu ditingkatkan secara kualitatif dan kuantitif, tanpa mengorbankan waktu anak bemain dan belajar bersosialisasi dengan lingkunganya. Mau tidak mau, pendidikan khususnya di era pandemi Covid-19 harus memiliki terobosan yang jitu dan benar benar bisa menghasilkan generasi emas, sebagai modal generasi bangsa untuk menghadapi tantangan secara global.
Tantangan ke depan bangsa ini begitu tampak dan jelas, terutama dalam bidang pendidikan yang perlu ada perhatian lebih serius. Tidak hanya oleh pemerintah dan stakeholder, tapi juga seluruh elemen bangsa harus benar-bernar konsen, salah satunya adalah peningkatan mutu pendidik. Peningkatan mutu pendidik perlu didorong dan difasilitasi dan dipermudah, bila perlu adanya kemudahan akses untuk pelatihan guru-guru yang berkesinambungan dan tidak mempersulit guru-guru dalam mengembangkan karir dan profesinya.
Beberapa hal yang sudah sangat positif dilakukan pemerintah adalah pemberian insentif bagi guru profesional. Itu semua bisa memiliki efek positif bagi pendidikan generasi muda bangsa ini. Cita cita para pahlawan bangsa bisa dilaksanakan dan dicapai salah satunya adalah dengan pendidikan yang memanusiakan manusia, di mana pendidikan yang tidak hanya memperhatiakan nilai-nilai kuantitatif, tapi juga memperhatikan secara komprehensif kualitasnya.
Karakter bangsa yang sudah dibangun oleh para pahlawan bangsa, perlu didalami dan diikuti serta diteladani. Karena di dalam jiwa para pahlawan di situlah ada roh kemerdekaan yang diharapakan, sehingga bangsa Indonesia benar-benar manjadi bangsa yang mandiri, maju dan berkarakter hebat.
Penulis: Febri Santoso, S.Sos (Guru SMAN Jogoroto Jombang, Jawa Timur)



















