
Oleh karena itu, ia berharap, dalam melestarikan budaya lokal, masyarakat mesti semakin sadar mempelajari dengan giat dan benar, mengajarkannya dan terlebih memasukannya ke dalam kurikulum muatan local.
Sebelum membuka secara resmi seminar budaya dan bahasa, Kadis PKO Kabupaten Lembata, Samun Silvester, SH mengatakan, budaya dan bahasa lokal mesti dilegitimasi dalam sebuah kurikulum lokal. Sebab melalui budaya dan bahasa peradaban manusia dapat terbangun dengan baik.
Sil Samun menegaskan bahwa rencana dipatenkannya kurikulum muatan lokal sebenarnya bukan hal baru karena sudah tersurat dalam Perda No. 12 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Menurutnya, dalam BAB X Ayat 75 sudah digariskan tentang kurikulum muatan lokal. Kebijakan terbaru yang tersurat dalam Perda No. 21 Tahun 2013 sebagai revisi dari Perda No. 12 Tahun 2013 belum diimplementasikan.

“Permasalahan tentang budaya dan hbahasa yang makin tergerus bisa kembali pulih sebagai cirri khas daerah membantu pengembangan bahasa Indonesia. Kita berharap agar kurikulum lokal dapat diterapkan di semua satuan pendidikan,” imbuhnya. Ia menegaskan, sebagai sebuah aksi nyata, tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang kabupaten Lembata sudah memiliki kurikulum muatan lokal.
Christina Weking, S.S, selaku Penyuluh Kebahasaan dan Kesastraan dari Kantor Bahasa NTT mengatakan, Kantor Bahasa akan siap membantu pemerintah daerah Kabupaten Lembata, khususnya Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga beserta para gurunya dalam upaya menggali serta merumuskan seluruh kekayaan budaya Lembata dan merumuskannya ke dalam sebuah Kurikulum Muatan Lokal yang baik bagi generasi Lembata ke depan.
Christina memaparkan, berdasarkan data belum banyak kabupaten/kota dalam wilayah provinsi NTT yang memiliki kurikulum pendidikan muatan lokal sesuai budayanya sendiri. Salah satu kekayaan budaya daerah adalah bahasa daerah kita yang mestinya bisa digali untuk dibukukan agar menjadi referensi bagi generasi sesudahnya. “Andaikata Lembata sanggup merumuskan sebuah kurikulum pendidikan muatan lokal bagi generasinya, maka Lembata sungguh hebat,” katanya.



















