Kurikulum Mulok Antisipasi Kepunahan Bahasa dan Budaya Lokal

Berita Daerah1879 Dilihat

Sementara itu, Dr. Lanny Koroh, akademisi di IAKN Kupang-NTT mencoba menguak nilai spiritual budaya yang terkandung di balik kegunaan daun lontar. Menurutnya, daun lontar dan spiritualitas yang terkandung di dalamnya bisa dimasukan sebagai isi dari kurikulum muatan lokal Lembata. Dalam paparannya tentang “Lontar Dalam Komunitas Adat Lewuhala-Lembata“, Lanny mencoba membangun sebuah pemahaman cerdas bahwa hal sesederhana pohon lontar, ternyata punya nilai spiritual-budaya yang sangat sakral di Lembata yang barangkali saat ini sudah tidak dipahami lagi secara baik oleh generasi.

Ia mengatakan, dalam konteks komunitas masyarakat adat Lewuhala dan mungkin juga lainnya, lontar adalah simbol mata air kehidupan yang harus tetap dijaga dan dilestarikan oleh generasi ke generasi. “Ini adalah salah satu contoh teknik pendokumentasian yang baik terhadap nilai-nilai budaya yang dapat diajarkan pada anak cucu tanah Lembata, melalui pemberlakuan Kurikulum Muatan Lokal di Lembata,” tegasnya.

Dr. Robert Masreng., akademisi pada Universitas Cendrawasih (UNCEN) Provisi Papua.

Selain itu, Dr. Robert Masreng, akademisi pada Universitas Cendrawasih (UNCEN) Kota Jayapura-Provisi Papua, mengangkat terkait bagaimana membuat sebuah analisis semantik terkait nilai yang terkandung di balik ‘darah’ dalam konteks budaya. Dalam pemaparannya tentang “Darah Dalam Perspektif Kultur Guyub Tutur Bahasa Kei: Analisis Semantik“, ia mengatakan, banyak nilai yang bisa digali dalam konteks Lembata.

“Orang Lembata tentu punya pemahaman yang berbeda secara adat-budaya terkait makna ‘darah’ dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” terangnya.  Dalam kaitan dengan pemberlakuan kurikulum muatan lokal bagi generasi di sekolah, nilai-nilai budaya seperti ini harus digali lebih mendalam.

Prof. Dr. La Ode Sidu Marafad, M.S., Professor pada Universitas Halu Oleo Kendari-Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Prof. Dr. La Ode Sidu Marafad, M.S., professor pada Universitas Halu Oleo, Kendari-Sulawesi Tenggara mencoba menguatkan para guru di Lembata. Menurutnya, ketika bahasa lokal beserta dialeknya diangkat menjadi salah satu muatan inti dalam kurikulum pendidikan muatan lokal di sekolah, haruslah diingat bahwa pengaruh iptek dan globalisasi telah banyak mengurangi bahkan menghilangkan unsur-unsur inti dari bahasa lokal itu sendiri.

Blibli.com
Blibli.com