
“Saya yakin dan percaya, cepat atau lambat, kita akan kecapaian dan sebagai pemimpin, saya akan lebih dahulu kelelahan. Saya berharap, bersama teman-teman yang dilantik, kita bersama menuju kesuksesan itu walaupun tertati-tati. Tetapi kita dalam formasi tadi, membentuk formasi huruf “V” supaya bisa saling mengisi, bertanggung jawab dan tidak saling menghalangi. Kita mestinya berjuang dalam militansi dan soliditas, agar nantinya kita pantas menjadi pemenang dan layak dijuluki pahlawan literasi” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rahman Firdaus, M.Pd, Ketua Demisioner Agupena Cabang Lembata mengatakan, kreatif merupakan cara bagaimana mengeksekusi sebuah ide. Ia mengucapkan proficiat dan selamat kepada teman-teman yang terpilih dan dilantik sebagai pengurus periode 2020-2023. Guru menurutnya, bukan sekedar apa yang sedang diajarkan, tetapi guru adalah bagaimana mengajar. Ia menegaskan, eksistensi Agupena tentunya akan menjawab apapun yang menjadi kebutuhan guru.
“Kita tidak sekedar berfokus pada apa yang kita ajar tetapi bagaimana kita mengajar dan mewujudnyatakan dalam sebuah karya tulis entah ilmiah, non ilmiah, nahan bacaan dan lain sebagainya,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, ada banyak hal yang belum dijalankan sampai tuntas.

Menurutnya, semua itu telah disampaikannya secara pribadi empat mata dengan Ketua Agupena terpilih dengan pesan agar beberapa hal yang belum sempat ditunaikannya, kepengurusan baru boleh melanjutkan apa yang menjadi harapannya ke depan. “Hal positif dilanjutkan. Sebaliknya jikalau ada hal yang kurang atau belum memberi kontribusi masksimal, kita benahi bersama,” ujarnya.
Pembina sekaligus pemred Jurnal Asa Guru Agupena Lembata ini pun membeberkan, alasan pemilihan tanggal 10 November 2020 sebagai momen yang tepat pelantikan dan pengukuhan. Ia mengemukakan dua alasan. Pertama, Agupena Cabang Lembata diharpakan sebagai pahlawan literasi di kabupaten Lembata. Agupena Cabang Lembata harus menjadi ujung tombak dalam setiap rangkaian literasi.
Kedua, Agupena Cabang Lembata, tidak hanya mengarahkan program-programnya pada hal-hal yang sifatnya ilmiah atau spesifik keguruan, tetapi mesti mengembangkan sayapnya pada hal-hal yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan seperti yang tertuang dalam empat kompetensi. Akhirya, ia berpesan agar setiap guru mesti mengeksekusi diri menjadi inspirasi dan menjadikan rekan guru lain menjadi inspirasi bagi orang lain.



















