Agupena Cabang Lembata Dilantik dan Dikukuhkan Sebagai Pahlawan Literasi

Berita Daerah, Literasi1266 Dilihat

Lebih lanjut katanya, kegiatan bimbingan PTS, PTK di tingkat kecamatan, sepanjang ada dasar hukum, silahkan. Tugas kita adalah melakukan bimbingan tidak benar, maka saat kita protes harus mengikuti aturan. “Kita tidak melakukan proses bisnis, kita melakukan profesionalisme kita sebagai organisasi yang bergerak di bidang tulis menulis,” tegasnya.

Soal pemuatan di jurnal, menurutnya, merupakan kewajiban Tim Redaksi. “Tulisan merupakan tanggung jawab penulis, bukan tanggung jawab penerbit. Misalnya, ada plagiasi, itu tanggung jawab penulis. Tugas kita adalah meneliti kebenaran, sesuai dengan kaidah kepenulisan atau tidak,” ungkapnya.

Ia mengatakan, jika ada guru yang mau memasukan artikel di jurnal Asa Guru, maka diteliti sesuai kaidah kepenulisan. Selain itu, Agupena wajib mengedukasi guru, dengan bertindak secara baik menurut aturan.

“Jangan lupa melibatkan teman-teman guru SD, SMP dan SMA/SMK/MA. Lakukan konsolidasi juga bangun komunikasi dengan teman-teman guru di semua tingkatan. Sehigga organisasi ini menjadi mendunia. Perlu juga koordinator ranting di tingkat kecamatan, sehingga kegiatan ditangani teman-teman di sana,” harapnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai menjadi pengurus Agupena, lalu pekerjaan sebagai guru terbengkelai. “Agupena Cabang Lembata perlu berbangga sebagai satu-satunya cabang di Indonesia yang punya jurnal cetak,” katanya. Menurutnya, yang harus dipertimbangkan ke depan adalah jangan hanya melibatkan guru-guru Lembata di Asa Guru, karena itu menurunkan nilai. Dalam aturan penilaian, jurnal yang hanya memuat naskah dari kabupaten Lembata hanya manjadi kategori jurnal kabupaten/kota dengan angka kredit 1 (satu). Sedangkan, provinsi dua angka kredit dan nasional 3 angka kredit.

“Saya senang, kalau semua cabang punya jurnal,” katanya. Ia menegaskan, semoga di Lembata, tidak terjadi guru yang ke golongan VI/a tidak membuat PTK. Oleh karena itu, lanjutnya, naskah-naskah bisa saling berbagi antara wilayah dan kabupaten untuk meningkatkan tingkatan jurnal.

Di akhir sambutannya, ia mengatakan, organisasi itu ada dan memberi manfaat bagi anggota bukan hanya untuk pengurusnya. Lanjutnya, memang pengurus juga anggota tetapi orientasi harus ke semua anggota. Ia tegas mengingatkan, jangan sampai Agupena jalan tanpa program. Rapat kerja, menurutnya, perlu dibuat setiap tahun untuk mengevaluasi seluruh proses selam setahun berjalan.

Blibli.com
Blibli.com