Komunikasi Video dalam Rangka Perbaikan Pembelajaran Siswa Selama PJJ, Guru Harus Telaten

ARTIKEL ILMIAH42 Dilihat
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia

WPdotCOM – Pandemi  Covid-19 menjadi krisis utama kesehatan di dunia. Virus yang menjadi momok paling menakutkan, dan  sangat berdampak pada dunia ekonomi dan pendidikan.

Untuk mencegah penyebaran ini, terpaksa pemerintah harus membatasi berbagai aktivitas, termasuk aktivitas pembelajaran di sekolah, mulai pendidikan tingkat dasar sampai universitas. Pemerintah terpaksa mengambil kebijakan untuk menuutup sekolah-sekolah dan melakukan pembelajaran daring melalui sarana gadget seperti smartphone.

Shopee Indonesia

Guru pun dihadapkan pada situasi yang sulit. Siswa dan orang tua dituntut untuk beradaptasi dengan sistim belajar mandiri di rumah. Tentu saja banyak permasalahan muncul dalam proses pendampingan orang tua terhadap putra-putrinya.

Shopee Indonesia

Permasalahan tersebut antara lain, tidak semua orang tua memiliki kemampuan mengajar untuk memberi pemahaman kepada putra putrinya tentang materi pembelajaran yang ditugaskan oleh guru. Dan bagi orangtua yang bekerja, tidak bisa sempurna mendampingi putra-putrinya.

Selain itu, juga ada kendala lain seperti ketersediaan gadget satau smartphone untuk media belajar anak. Ada yang harus bergantian dengan sdaudaranya dengan memakai gadget milik orangtua.

Dan masih banyak lagi kendala yang harus dihadapi. Termasuk pada sisi kemampuan ekonomi dimana  ada keluarga yang tidak mampu membeli kuota internet. Hal itu disebabkan karena orang tua yang terkena dampak PHK karena pandemi.

Di sini, guru dituntut untuk menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Bila tersedia gadget untuk anak belajar, maka guru bisa melakukan beberapa hal terkait dengan pembelajaran daring yang harus dilakukan demi tercapainya pembelajaran.

Seperti yang penulis lakukan, melalui media video call bersama siswa, selain menggunakan media lain seperti aplikasi berbalas pesan dan aplikasi lainnya. Dengan pendekatan yang penulis lakukan, peserta didik merasakan manfaat yang lebih besar.

Dari satu sisi, ketika setiap hari guru melakukan pembicaraan dengan komunikasi video bersama siswa, tentu akan berefek psotifi pada keseriusan belajar dari peserta didik. Dan hal ini juga memudahkan guru memantau perkembangan kedisiplinan belajar siswa.

Disiplin belajar adalah kepatuhan dari siswa untuk melaksanakan kewajiban belajar sehingga diperoleh perubahan pada dirinya, baik itu berupa pengetahuan, perbuatan maupun sikap baik itu belajar di rumah maupun belajar di sekolah (Sumantri, 2010). Sementara itu Kompri (2017) menyatakan bahwa disiplin belajar adalah kesadaran diri untuk mengendalikan atau mengontrol dirinya untuk sungguh-sungguh belajar.

Disiplin belajar diartikan lebih khusus sebagai bentuk kesadaran tindakan untuk belajar seperti disiplin mengikuti pelajaran, ketepatan dalam menyelesaikan tugas, kedisiplinan dalam mengikuti ujian, kedisiplinan dalam menepati jadwal belajar, kedisiplinan dalam mentaati tata tertib yang berpengaruh langsung terhadap cara dan teknik peserta didik dalam belajar yang hasilnya dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai (Sholihat, 2016).

Menurut Kompri (2017) perlu adanya kegiatan hubungan timbal balik (interaksi) antara guru dengan siswa, yang dapat meningkatkan cara belajar siswa, sehingga dapat mencapai hasil yang diinginkan. Active learning (belajar aktif) menuntun siswa untuk terlibat secara aktif mengikuti proses belajar di kelas.

Dalam kegiatan pembelajaran, siswa juga diharapkan ikut berpartisipasi aktif tidak hanya sekedar hadir saja tanpa berbuat apa-apa atau mengantuk saat pelajaran berlangsung, namun sebaliknya seorang siswa harus sungguh-sungguh dan terlebih dahulu mempersiapkan diri dalam belajar. Dengan kata lain, bahwa dalam pembelajaran diperlukan adanya aktivitas, tanpa aktivitas itu tidak mungkin berjalan dengan baik.

Pengontrolan disiplin siswa tentunya menjadi ukuran selama pembelajaran daring dilakukan. Engan keaktifan guru melakukan komunikasi video, diharapkan bisa membantu siswa membentuk disiplin dirinya walaupun pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka di sekolah.

Penulis: Rr. Desida Hanurawati, S.Pd. (Guru SDN Pandawangi 1 Kota Malang)

Blibli.com
Shopee Indonesia
Blibli.com