
Keempat, lebah adalah hewan yang memberikan manfaat untuk banyak makhluk. Dalam proses pengambilan nektar untuk madu, lebah juga mengumpulkan serbuk sari yang proteinnya bermanfaat untuk kesehatan mereka. Serbuk sari merupakan sejenis bubuk yang dimiliki tanaman berbunga, pohon, atau rumput agar tanaman serupa dapat tumbuh di sekeliling mereka. Serbuk sari tersebar karena tertiup angin atau dibawa oleh serangga.
Lebah juga membantu tanaman untuk penyerbukan bunga dengan cara memindahkan serbuk sari antar bunga. Selain itu, lebah juga menyimpan cadangan madu dalam sarangnya. Ketika musim dingin dan hanya ada sedikit bunga yang dapat diambil nektarnya, maka lebah akan saling berbagi cadangan madu tersebut.
Bagi manusia, madu juga memiliki banyak manfaat, utamanya untuk kesehatan. Alangkah baiknya sebagai manusia kita dapat meniru sifat lebah yang menebarkan banyak manfaat bagi manusia lainnya.
Sebagai contoh, kita tidak dengan mudah menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat memperkeruh suasana ketika pandemi. Sebaliknya, kita dapat berbagi kepada tetangga atau saudara yang sedang isolasi mandiri, atau membuat bantuan kolektif untuk disumbangkan kepada individu yang terdampak pandemi.
Ketika lebah menjadi simbol untuk manusia yang mau bekerja sama dan bermanfaat kepada sesamanya selama pandemi, hal sebaliknya terjadi pada manusia yang disimbolkan oleh “lalat”. Seperti yang kita ketahui, lalat merupakan hewan yang suka hinggap di tempat yang lembab dan kotor.
Hal tersebut karena lalat dapat meletakkan larvanya di tempat yang dekat dengan sumber makanannya seperti kotoran, makanan busuk, dan bangkai. Lalat akan tertarik pada bau tidak sedap yang ada di rumah, bahkan ia dapat mencium bau busuk yang berkilo-kilo meter jauhnya.
Lalat yang menempel ke makanan, akan mencemari makanan. Karena lalat akan memuntahkan isi perutnya sebelum makan dengan tujuan agar makan tersebut mudah dicerna.
Selain itu, lalat juga dapat buang air besar pada makanan atau permukaan yang dihinggapinya. Karena makanan yang dicerna oleh lalat merupakan makanan-makanan yang sudah rusak dan busuk, maka hal yang dikeluarkan juga buruk. Karena kebiasaan itu, mereka dapat menyebarkan bakteri dan organisme yang merugikan manusia, seperti disentri.
Kesimpulannya, janganlah menjadi ‘lalat’ selama pandemi, karena hanya menyebarkan hal-hal yang merugikan orang lain, seperti tidak menggunakan masker ketika terinfeksi virus dan menyebarkannya ke orang lain. Di samping itu, penyebaran informasi palsu juga tidak akan membantu pandemi segera berakhir.
Oleh karena itu, jadilah ‘lebah’ yang memberikan manfaat bagi semua manusia lain, dengan cara mematuhi protokol kesehatan serta membantu individu yang terdampak pandemi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Daftar Pustaka
Schouten, C. 2020. Bagaimana Lebah Memproduksi Madu, https://theconversation.com/bagaimana-lebah-memproduksi-madu-145396, diakses pada 13 Agustus 2021
Penulis: Dra. Tri Andarini (Guru Matematika SMA Negeri 3 Batu)



















