Cooperative Learning, Membangun Karakter Kerjasama Siswa pada Pembelajaran Jarak Jauh

Seni Budaya1024 Dilihat

Dalam pembelajaran, dikenal berbagai metode pembelajaran. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil. Yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen) (Sanjaya, 2009:240).

Setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab yang sama atas hasil yang akan dicapai terhadap tugas yang diberikan. Oleh karena itu, setiap anggota akan saling membantu, mempunyai motivasi untuk keberhasilan kelompok. Sehingga setiap individu akan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan konstribusi demi keberhasilan kelompok. Sistem penilaiannya pun dilakukan terhadap kelompok dan setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward), jika kelompok tersebut mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan.

Menerapkan pembelajaran kooperatif di masa pandemi bukan hal yang mustahil. Meskipun mungkin dengan beberapa modifikasi, menyesuaikan dengan situasi dan sarana prasarana yang dimiliki peserta didik.

Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, kini jarak bukan lagi halangan untuk bisa berinteraksi dengan teman belajar. Teknologi yang semula menjadi candu dan membawa dampak buruk bisa diubah pemanfaatannya sehingga meminimalisir dampak buruk bagi anak didik. Peran guru adalah memonitor dan mengarahkan bagaimana memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini demi keberlangsungan pembelajaran yang maksimal.

Intisari pembelajaran kooperatif adalah terjadinya pengembangan yang positif dan saling ketergantungan antar anggota kelompok, sehingga terjadi saling membantu antara siswa yang memiliki kemampuan yang memadai terhadap siswa yang kemampuannya kurang memadai (Marsuha, 2007: 329). Dalam pembelajaran kooperatif, lebih dititikberatkan pada kerja sama siswa dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan guru pada siswa, sehingga selain siswa bertambah pengetahuannya atau prestasinya meningkat, komunikasi interaksi sosial dan kerja sama siswa juga akan tercipta dan meningkat.

Berdasarkan uraian di atas, maka pembelajaran kooperatif diharapkan sebagai salah satu alternatif untuk melatih sekaligus meningkatkan kerja sama siswa dalam proses belajar mengajar meskipun dalam pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan media yang ada. Siswa diharapkan belajar tidak hanya semata-mata karena mencari nilai yang bagus dan mementingkan diri sendiri, melainkan agar mereka tidak kesulitan dalam bergaul dan terbiasa sampai dewasa untuk bekerja sama dengan orang lain atau masyarakat.

Sumber:

  1. Apriono, Djoko. 2011. Meningkatkan keterampilan kerja sama siswa dalam belajar melalui pembelajaran kolaboratif. Prospektus, IX (2).
  2. Hamid, Moh Sholeh. 2011. Metode Edutainment. Jogjakarta: Diva Press.
  3. 2007. Urgensi metode pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran matematika pada siswa sekolah dasar. Jurnal Samudra Ilmu,2
  4. Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana

Penulis: Athiyyatur Rosyidah (Guru PAI dan Budi Pekerti SMA Negeri 3 Batu)

Blibli.com
Blibli.com