Pembelajaran Jarak Jauh Matpel Bahasa Inggris, Ini Persoalannya!

ARTIKEL ILMIAH27 Dilihat
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia

WPdotCOM – Terdapat empat jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh semua siswa dalam belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Keempatnya adalah, keterampilan membaca, menulis, berbicara dan mendengar.

Empat keterampilan ini yang seharusnya menjadi fokus guru Bahasa Inggris dalam mengarahkan segala upaya, sarana dan prasarana yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan supaya siswa memiliki kemampuan di atas.

Shopee Indonesia

Pada saat guru menghadapi 3 kesulitan mendasar dalam pengajaran online. Kesulitan itu antara lain terkait dengan latar belakang siswa, pola penyampaian, dan penilaian setelah belajar.

Shopee Indonesia

Untuk bisa memulai menyampaikan materi, terutama pada siswa baru, diperlukan informasi yang cukup tentang seberapa jauh kemampuan bahasa yang melatarbelakanginya dalam melanjutkan materi di sekolah di tingkat lanjutan. Hal ini penting untuk diketahui mengingat efektifitas proses pembelajaran di kelas. Juga untuk menghindari pengulangan materi yang tidak perlu karena siswa sudah memahami materi tertentu. Atau mungkin meninggalkan siswa dengan materi yang terlalu jauh karena siswa belum memiliki kemampuan yang sama dengan siswa lainnya.

Sehingga di satu sisi siswa merasa bosan karena merasa mengulang-ulang materi. Dan di sisi lain siswa merasa begitu ketinggalan terhadap materi yang dijelaskan guru.

Kesulitan kedua adalah penyampaian materi, terutama dalam keterampilan reading pada cara baca (pronounciation). Hal itu akan terbawa pada kemampuan siswa pada keterampilan berbicara  cara pengucapan (utterance) dan juga penyusunan kalimat yang sesuai dengan kaidah Bahasa Inggris. Walaupun hal ini bisa diminimalisir dengan Google Meet ataupun dengan Zoom, akan tetapi sangat dirasakan keterbatasannya.

Kesulitan ketiga adalah penilaian. Dalam belajar bahasa khususnya Bahasa Inggris, perlu sering-sering atau secara rutin mengukur kemampuan. Mungkin masih banyak yang mengesampingkan hal ini, bahkan masih menganggap hal ini tidak penting. Padahal, mengukur level Bahasa Inggris merupakan hal yang sangat penting. Kenapa? Hal ini bertujuan agar pelajar bisa terus improve dan adanya progress belajar, tidak terhenti sampai di situ saja. Dengan melakukan tes, akan tahu di mana letak kekurangan serta kelebihan yang perlu dipertahankan. Seiring berkembangnya teknologi yang semakin canggih, semakin mudah mengukur level Bahasa Inggris (Wibowo (2012:17).

Penilaian tersebut menjadi tidak akurat apabila tugas siswa disampaikan melalui Google Classroom, terutama yang berupa tulisan. Hasil kerja siswa tidak bisa dijamin merupakan hasil kerja siswa sendiri, bukan copy paste, atau hasil diskusi kelompok. Untuk bisa mengetahui apakah ketiga keterampilan ini berkembang setelah kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara jarak jauh dan berapa persen peningkatan kemampuannya.

Kesulitan untuk mengukur hasil belajar tersebut sangat dirasakan karena guru tidak mendapatkan gambaran kemampuan siswa sebelum mengikuti pelajaran sebenarnya. Dan guru tidak mendapatkan gambaran yang sesungguhnya terhadap hasil kerja yang dikumpulkan siswa.

Pekerjaan siswa terlihat lebih baik bahkan terlalu baik bagi seorang siswa pada level tertentu. Sedikit berbeda dengan aspek lainnya, listening selalu dianggap yang paling mudah. Meski begitu, listening tetap akan terasa sulit jika siswa tidak terbiasa mendengarkan ucapan dalam bahasa Inggris.

Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah dengan hasil kerja siswa yang sudah bisa mengerjakan tugas tulis dengan baik tersebut, benarkah siswa telah meningkat kemampuan menulisnya? Dan dengan tampilan video yang mereka kirim telah membuktikan bahwa siswa telah meningkat kemampuan bicaranya setelah mengikuti pembelajaran yang disampaikan dengan online.

Masalah yang ada dalam pembelajaran Bahasa Inggris secara online adalah, guru tidak memperoleh gambaran latar belakang kemampuan Bahasa Inggris siswa sebelumnya. Sehingga sulit menentukan dari mana materi dimulai. Guru tidak bisa memperoleh umpan-balik dari siswa terkait kemampuan pengucapan dan penyusunan kalimat, karena siswa tidak melakukan kegiatannya secara langsung di hadapan guru. Sehingga ketiga kemampuan (membaca, berbicara dan menulis) sebagai tujuan pembelajaran Bahasa Inggris, akan sulit dicapai.

Lebih jauh bisa disimpulkan bahwa keempat aspek atau skill dalam Bahasa Inggris, saling mendukung satu sama lain. Keempatnya harus dipelajari secara beriringan agar semuanya bisa dikuasai secara merata.

Penulis: Drs. Abdul Mutholib, M.Pd. (Guru SMA Negeri 3 Kota Batu)

Blibli.com
Shopee Indonesia
Blibli.com