
Pendekatan konsep dengan menggunakan metode saintifik ini dalam proses penyampaiannya juga memerlukan komponen Paedagogical Knowledge, Content Knowledge dan Technological Knowledge. Hal ini sesuai dengan prinsip guru sebagai fasilitator dimana guru menyediakan media serta metode dan strategi pembelajaran.
Paedagogical Knowledge, artinya apabila sudah menentukan ingin menggunakan pendekatan dengan metode saintifik kita sebagai guru juga harus mengasah kemampuan paedagogik yang kita miliki agar tidak ada miskonsepsi saat menjelaskan atau saat berkomunikasi dengan siswa di kelas. Kemudian Content Knowledge, sebagai guru sebaiknya kita memahami dengan baik dan benar konten atau materi yang akan disampaikan sehingga akan mempermudah penyampaian konsep, selain itu ada Technological Knowledge di mana dalam proses pendekatan konsep tersebut kita menggunakan sebuah media berupa teknologi untuk membantu pembelajaran.
Pendekatan konsep dengan metode saintifik ini membantu untuk mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berfikir kritis dan inovatif, menyelesaikan masalah, mengembangkan pengetahuan, dan untuk mengembangkan kemandirian belajar dan keterampilan sosial peserta didik dengan cara mengamati apa saja hal-hal yang terjadi.
Contoh dari metode saintifik ialah diharapkan siswa akan lebih berani untuk bertanya dan lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran yang sedang dilakukan. Melalui pendekatan ini diharapkan peserta didik dapat menjawab rasa ingin tahunya melalui proses yang sistematis sebagaimana langkah-langkah ilmiah. Dalam rangkaian proses pembelajaran secara ilmiah inilah peserta didik akan menemukan makna pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk mengoptimalkan kognisi, afeksi dan psikomotor.
Pendekatan Lingkungan
Setelah pendekatan konsep, selanjutnya adalah memberikan pengalaman berupa keterlibatan langsung, dengan melakukan pendekatan lingkungan dengan metode jelajah alam sekitar. Seperti diketahui, pembelajaran biologi tidak bisa lepas dari alam, dengan menerapkan pendekatan lingkungan akan dapat lebih menambah wawasan dan pengetahuan siswa tentang materi biologi yang sedang dipelajari.
Pendekatan lingkungan menggunakan metode jelajah alam sekitar ini dirasa sangat cocok untuk pembelajaran, siswa dapat langsung turun ke alam untuk melakukan pembelajaran. Pendekatan ini memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan, sehingga memungkinkan siswa merekonstruksi kembali pemahaman konseptualnya, dengan demikian siswa akan terlatih untuk selalu berupaya mengembangkan penalaran dan kreativitasnya yang nantinya dapat meningkatkan pemahamannya menjadi lebih baik.
Pendekatan Lingkungan ini sangat diperlukan dalam pembelajaran biologi untuk mendapatkan pengalaman keterlibatan langsung. Dengan pendekatan lingkungan metode jelajah alam sekitar ini sudah menyangkut dua aspek yaitu, investigasi dan eksplorasi. Kita tidak hanya sekedar mengobservasi lapangan tetapi juga melakukan investigasi terkait materi yang akan dilakukan sehingga penyampaian akan lebih mendalam. Hal ini juga dapat meminimalisir terjadinya miskonsepsi.
Pada pendekatan ini guru dapat terjun langsung ke alam dan melihat alam sekitar, guru dan siswa juga bisa meneliti apa saja yang ada di alam, dapat mengenali lingkungan secara langsung, dapat beradaptasi dengan lingkungan. Dan di pendekatan ini dapat dipelajari banyak materi. Karena dalam pembelajaran biologi itu memang membahas segala hal tentang yang ada di alam sekitar. Mulai dari tumbuhan, hewan, dan lainnya, maka dari itu pendekatan lingkungan dengan metode jelajah alam sekitar akan sangat bermanfaat bila diaplikasikan kepada siswa, agar siswa mampu memahami dan mengeksplorasi apa saja yang ada di alam sekitarnya. (*)
Penulis: Muharti, S.Pd.Bio (Guru Mata Pelajaran Biologi MTsN 7 Kabupaten Agam – Sumbar)



















