
- Bangsa yang mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan Rakyatnya
Memiliki komitmen dan sikap untuk mewujudkan keadilan serta kesejahteraan rakyat untuk seluruh bangsa Indonesia. Karakter berkeadilan sosial tercermin dalam perbuatan yang menjaga adanya kebersamaan kekeluargaan dan kegotongroyongan, menjaga harmonisasi antara hak dan kewajiban, hormat terhadap hak-hak orang lain, suka menolong orang lain, menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain, tidak boros, tidak bergaya hidup mewah, suka bekerja keras, menghargai karya orang lain.
Dalam mencapai karakter bangsa yang berPancasila sebagaimana di atas, diperlukan individu-individu yang berkarakter khusus. Secara psikologis, karakter individu dimaknai sebagai hasil keterpaduan empat bagian, yakni olah hati, olah pikir, olahraga, olah rasa dan olah karsa.
Olah hati berkenaan dengan perasaan, sikap, dan keyakinan keimanan. Olah pikir berkenaan dengan proses nalar guna mencari dan menggunakan pengetahuan secara kritis, kreatif, dan inovatif. Olahraga berkenaan dengan proses persepsi, kesiapan, peniruan, manipulasi, dan penciptaan aktivitas baru disertai sportivitas. Olah rasa dan karsa berkenaan dengan kemauan, motivasi dan kreativitas yang tercermin dalam kepedulian, citra, dan penciptaan kebaruan. (*)
- Scerenko, L. C. 1997. Values and Character Education Implementation Guide. Atlanta: Departement of Education.
- Kemendikbud. 2018. Panduan Praktis Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berbasis Budaya Sekolah. Jakarta: Pusat Analis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA)
- Kemdikbud RI. Kamus Besar Bahasai Indonesia.
Penulis: Kristanto Tri Budiatno, S.Pd. (Guru SD Negeri 01 Mesoyi Talun Kabupaten Pekalongan)



















