
Pada lain pihak, selain keterampilan perpaduan keterampilan kognitif, afektif dan psikomotorik tersebut di atas, seorang kepala sekolah perlu pula memahami tugas pokok lainnya yang selaras dalam rangka mengembangkan mutu satuan pendidikan yang dikelola dan dipimpinnya. Hal ini terkait pada Tupoksi yang jelas dimuat dalam ketentuan dan peraturan yang ada. Seorang kepala sekolah tidak dapat dengan semena-mena mengabaikan tugas pokoknya hanya karena hal-hal lain yang dimasukkan ke dalam fungsinya sebagai leader atau manajer.
Di samping itu, memahami bahwa untuk mencapai kepemimpinan yang baik dalam menjaga stabilitas mutu dan meningkatkannya menjadi lebih baik, dapat ditunjang dengan adanya jabaran visi misi yang terukur. Tupoksi kepala sekolah sebagai pemimpin, pada dasarnya harus memiliki kemampuan untuk menjabarkan visi misi satuan pendidikan yang dipimpinnya, baik secara vertikal maupun horizontal. Hal itu tentunya berkaitan dengan keterampilan yang komunikatif secara komprehensif.
Merumuskan tujuan dari mutu yang hendak dicapai, juga harus melekat dalam diri seorang kepala sekolah. Visi misi yang baik dan pada dasarnya mampu mengangkat mutu, tidak akan dapat dikelola dengan cara yang tepat bila perumusannya tidak mengena dan tidak tepat sasaran. Kemampuan sinkronisasi program mutu, harus pula menjadi acuan penting bagi seorang kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinnya.
Apalagi dalam tahap kemajuan dunia pendidikan saat ini, dengan bekal yang cukup, seorang kepala sekolah harus dapat menyiasati penggunaan teknologi, mengembangkan literasi digital sebagai alat atau media meningkatkan kualitas. Di sisi ini, juga berkaitan dengan teknik-teknik yang dimiliki kepala sekolah dalam mengelola guru dan tenaga kependidikan yang ada. Kiranya, dengan semua keterampilan memimpin, berbekal pengetahuan serta keahlian, mutu pendidikan negeri ini dipastikan dapat menanjak dari waktu ke waktu menuju kualitas terbaik harapan bersama.
Sumber rujukan
- Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (https://fip.um.ac.id/)
- Kemendiknas. 2012. Buku kerja Kepala Sekolah. Jakarta: Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Kemendiknas.
- Lazarus. 1986. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: CV Pustaka Setia
- Mintzberg, Henry. 2006. Tracking Strategies: Toward A General Theory, Oxford University Press Inc., New York
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah
Penulis: Sri Wahyuningsih, S.Pd.SD (UPT SDN 23 Koto Tuo, Kec. Sungai Tarab, Kab. Tanah Datar – Sumbar)


















