Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Landasan Falsafah Pancasila

ARTIKEL ILMIAH1104 Dilihat

Karakter kerakyatan tercerminkan dari sikap bersahaja, karena sikap tenggang rasanya terhadap rakyat kecil yang menderita, selalu mengutamakan masyarakat dan negara, mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan bagi kepentingan bersama, beritikad baik dan bertanggungjawab dalam melaksanakan keputusan bersama menggunakan akal sehat dan nurani luhur dalam melakukan musyawarah, berani mengambil keputusan yang secara moral dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta selalu dilandasi nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

  1. Bangsa yang mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan Rakyatnya.

Memiliki komitmen dan sikap untuk mewujudkan keadilan serta kesejahteraan rakyat untuk seluruh bangsa Indonesia. Karakter berkeadilan sosial tercermin dalam perbuatan yang menjaga adanya kebersamaan kekeluargaan dan kegotongroyongan, menjaga harmonisasi antara hak dan kewajiban, hormat terhadap hak-hak orang lain, suka menolong orang lain, menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain, tidak boros, tidak bergaya hidup mewah, suka bekerja keras, menghargai karya orang lain.

Dalam mencapai karakter bangsa yang berPancasila sebagaimana di atas, diperlukan individu-individu yang berkarakter khusus. Secara psikologis, karakter individu dimaknai sebagai hasil keterpaduan empat bagian, yakni olah hati, olah pikir, olahraga, olah rasa dan olah karsa. Olah hati berkenaan dengan perasaan, sikap, dan keyakinan keimanan. Olah pikir berkenaan dengan proses nalar guna mencari dan menggunakan pengetahuan secara kritis, kreatif, dan inovatif. Olahraga berkenaan dengan proses persepsi, kesiapan, peniruan, manipulasi, dan penciptaan aktivitas baru disertai sportivitas. Olahrasa dan karsa berkenaan dengan kemauan, motivasi dan kreativitas yang tercermin dalam kepedulian, citra, dan penciptaan kebaruan. (*)

 

Sumber rujukan

  1. Anas, Salahudin, Irwanto Alkrienciehie. 2013. Pendidikan Karakter. Bandung: CV Pustaka Setia
  2. Budhiman, Arie. 2017. Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter. Kemendikbud.
  3. Lickona, T. 1991. Educating for Character. Bantam Books

Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013, http://jurnalbpnbbali.kemdikbud.go.id (diakses tanggal 1 Pebruari 2022)

  1. Perpres Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter

Penulis: Delfitrawati, S.Pd. (Kepala SDN 04 Biaro, Kec. Ampek Angkek, Kab. Agam – Sumbar)

Blibli.com
Blibli.com