Sinergi dan Kolaborasi Antarpemangku Kepentingan dalam Pembudayaan Literasi

Berita Nasional1841 Dilihat

“Rancangan peraturan presiden pembudayaan literasi yang saat ini sedang disusun bertujuan sebagai payung regulasi agar kementerian/lembaga dapat bersinergi  dalam pembudayaan literasi,  dan  penyiapan generasi emas 2045 dapat terwujud. Raperpres melingkupi pembudayaan literasi keluarga, literasi satuan pendidikan, dan literasi masyarakat,” jelas Hafidz

Pada kesempatan yang sama, Yulia Yulianti, Ketua Gerakan Literasi Nasional Gareulis, menyampaikan bahwa pembudayaan literasi perlu didukung oleh semua pihak yang terkait, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha dan masyarakat termasuk bunda literasi.

“Tanpa sinergi dan kolaborasi maka pembudayaan literasi di masyarakat tidak akan berhasil,” tekan Yulia.

Salah satu komunitas yang hadir dalam rakor adalah Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Menurut Ketua Forum TBM, Opik, TBM memiliki peran penting sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi dalam meningkatkan literasi. Keberadaan TBM kebanyakan ada di daerah pelosok memerlukan dukungan dari pemerintah.

TBM menurutnya adalah wadah berhimpun dan berorganisasi bagi para pendiri dan pengelola TBM, penggiat literasi, komunitas dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan ikhtiar mengembangkan gerakan literasi di tanah air. “Saat ini FTBM memiliki anggota sebanyak 2.048 anggota di seluruh pelosok tanah air,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Opik itu.

Rapat koordinasi ini juga menampilkan penyaji materi dari Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat, dan Ketua Gerakan Literasi Nasional Gareulis Provinsi Jawa Barat. (sumber: laman kemdikbud)

Blibli.com
Blibli.com