
Lebih lanjut, Molly menuturkan bahwa untuk mewujudkan manusia yang berkualitas dan berdaya saing, pembangunan manusia dalam RPJMN 2020-2024 dilaksanakan melalui: (1) penguatan layanan dasar dan perlindungan sosial yang mencakup: tatakelola kependudukan, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, pengentasan kemiskinan, serta kualitas anak, perempuan, dan pemuda; (2) peningkatan produktivitas yang meliputi pendidikan dan pelatihan vokasi, pendidikan tinggi, iptek dan inovasi, serta prestasi olahraga; dan (3) pembangunan karakter yang mencakup revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, moderasi beragama, serta peningkatan budaya literasi, inovasi, dan kreativitas.
Saat ini banyak K/L yang memiliki program dan kegiatan terkait pembudayaan literasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, karakter, inovasi, kreativitas, dan daya cipta masyarakat dalam berbagai bidang. Setidaknya ada 33 Kementerian, 6 Lembaga Negara, serta 13 Lembaga Nonkementerian yang memiliki program dan kegiatan peningkatan literasi masyarakat.
Selain pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pembudayaan literasi juga melibatkan banyak pemangku kepentingan dari kalangan akademisi, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), media, dan masyarakat yang dalam hal ini adalah para penggiat dan komunitas literasi.
Untuk menyinergikan peran pemangku kepentingan dalam pembudayaan literasi Kemenko PMK bersama pemangku kepentingan lainnya telah menghasilkan Peta Jalan Pembudayaan Literasi Tahun 2021. Selanjutnya, disepakati pula pengusulan Peraturan Presiden sebagai payung hukumnya melalui program penyusunan (prosun) tahun 2023.


















