
Herry mengungkapkan ada tiga program prioritas yang diusung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbusristek yang sejalan dengan BRIN. Ketiga program tersebut, ialah penguatan literasi, perlindungan bahasa dan sastra, dan peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.
“Tentunya riset yang dilakukan oleh peneliti bahasa dan sastra yang ada di BRIN, tidak hidup di ruang kosong. Ia harus hidup dalam ruang kemanfaatan ketika memproduksi ilmu pengetahuan,” papar Herry.
Ia menyebut dalam ekosistem BRIN, riset-riset sastra ?akan tersistem dengan baik. Mulai dari Pusat Riset, Organisasi Riset, kemudian organisasi BRIN secara besar, dan jejaring perguruan tinggi, lembaga riset independen, hingga jejaring global.
“Karena kita akan mempunyai mata, telinga, dan hati di berbagai daerah yang dapat menangkap persoalan kebudayaan yang khas daerah masing-masing. Peneliti harus gaul dan blusukan untuk mengetahui denyut kehidupan masyarakat,” tegas Herry. (sumber: medecom)


















