Pembelajaran Berbasis Proyek pada Implementasi Kurikulum Merdeka

ARTIKEL ILMIAH1309 Dilihat

Pada implementasinya, kondisi lapangan atau keadaan lingkungan serta kekuatan yang ada pada lingkungan tersebut atau kearifan lokal (local content) dipilih sebagai materi PBL oleh sekolah dan guru. Dalam hal ini, guru harus melakukan asesmen awal terkait bakat dan minat peserta didik untuk kemudian diselaraskan dengan bentuk proyek yang akan dikerjakan oleh peserta didik.

Hal ideal tersebut benar-benar dilakukan guru untuk menjembatani antara model PBL dengan matri proyek yang terpilih sebagai bagian dari target P5 yang bermuara pada life skill peserta didik. Walaupun pada kenyataannya, panduan yang jelas dan terukur tidak dijabarkan oleh pihak Kemdikbudristek terkait contoh proyek yang dapat dipilih, guru sudah bisa mengukur sejauhmana dapat melakukan pemilihan proyek setelahb asesmen kelas dilakukan.

Lalu apakah local content yang dimaksud? Seperti dilansir situs gramedia.com, kearifan lokal adalah adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Pandangan hidup ini biasanya adalah pandangan hidup yang sudah berurat akar menjadi kepercayaan orang-orang di wilayah tersebut selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Pemahaman dari hal di atas adalah, kearifan lokal bukanlah terkait pada hal-hal yang biasa dilakukan sebagai bagian dari keseharian masyarakat seperti kegiatan memasak, bertani, berkebun, atau hal lain yang menjadi bagian dari pekerjaan masyarakat. Dalam implementasi P5, proyek pilihan guru untuk dikerjakan oleh peserta didik di kelas bukanlah dengan meniru profesi masyarakat itu, bukan dengan proyek memasak, menanam sayuran atau lainnya. Karena hal itu tidak berkaitan dengan kecakapan hidup sama sekali.

Lalu apa yang diinginkan dari proyek implementasi P5 dengan muara life skill itu berbasis kearifan lokal itu? Guru dapat menganalisis kearifan lokal yang dapat mengingkatkan kompetensi peserta didik untuk masa depannya. Misalnya, bila berkaitan dengan kekayaan lingkungan pertanian, guru dapat memilih proyek yang akan dikerjakan peserta didik pada bidang pengembangan sistem pertanian hidroponik dalam ruangan. Hal ini masih jarang dilakukan oleh petani hidroponik.

Blibli.com
Blibli.com