
Ia melanjutkan, “Demikian juga kepada bapak bupati dan bapak wakil bupati periode 2003 sampai dengan 2021, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas daya juang untuk meletakkan pondasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, sehingga kesemua hal tersebut dapat kita teruskan untuk kemajuan Kabupaten Humbang Hasundutan ke depan,” tukasnya.
Rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Kabupaten Humbang Hasundutan, lanjutnya, hendaknya terpatri dalam dada dan tercermin dalam sikap serta mewujudkan perilaku setiap hari, bangga terhadap Kabupaten Humbang Hasundutan dengan menggali potensi sumber daya alam yang begitu melimpah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga tema peringatan hari jadi Kabupaten Humbang Hasundutan tahun ini.
“Kita mengambil tema mewujudkan Humbang Hasundutan maju dengan peningkatan ekonomi kerakyatan dan pertanian berkelanjutan” jelasnya.
Dijelaskan, tema ini hendaknya menginspirasi semua pihak untuk bersama-sama mengukir dan memaknai sejarah kehidupan dan kebangkitan kembali Kabupaten Humbang Hasundutan dalam rangka meraih kemajuan kebangkitan ekonomi dan kemartabatan masyarakat Humbang Hasundutan melalui pertanian yang berkelanjutan dan perkembangan ekonomi kerakyatan.
Oleh karena itu pembangunan yang telah diletakkan di sepuluh kecamatan harus dikawal dengan landasan yuridis operasional dan pendekatan holistik integral demi terwujudnya visi dan misi Kabupaten Humbang Hasundutan.
Sesungguhnya Kabupaten Humbang Hasundutan sangat potensial di bidang pertanian karena memiliki keunggulan kompetitif. Keunggulan tersebut meliputi kekayaan sumber daya alam, lahan yang luas dan subur sehingga sangat menjanjikan. Kabupaten Humbang Hasundutan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara penyumbang terbesar kebutuhan pangan berkelanjutan, seperti jagung, bawang merah, kentang, kopi, dan sayur-mayur.
Ada empat prioritas pembangunan di Humbang Hasundutan yaitu pertanian, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Keempat pilar ini telah menciptakan pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2021 peningkatan ekonomi hanya 2,02% dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 4,21%. Tingkat kemiskinan menurun dari tahun 2021 sebesar 9,69% turun menjadi 8,86% pada tahun 2022. Capaian tersebut disebabkan masyarakat petani dalam mengolah pertanian sudah melalui mekanisasi pertanian, antara lain dalam pengembangan jagung, bawang merah, kentang, kopi dan cabai.
Sementara indeks pembangunan manusia atau IPM juga menunjukkan hasil yang menggembirakan, karena sejak terbentuknya Kabupaten Humbang Hasundutan kenaikan IPM tersebut naik secara signifikan. Jika tahun 2014 hanya 65,40 dan pada tahun 2022 mencapai angka 70,52% atau dalam kurun waktu 8 tahun. Hal ini menandakan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sudah meningkat.
Untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus berupaya melakukan pengembangan pertanian. Karena Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki potensi lahan pertanian dan perkebunan yang luas dan subur. Sekitar 90% masyarakat Humbang Hasundutan bermata pencaharian sebagai petani, sehingga sektor pertanian diharapkan mampu mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat.



















