Galanggang Arang, Praktik Baik Pengelolaan Situs Resmi Warisan Dunia

Seni Budaya718 Dilihat

Setelah dibuka secara resmi, kegiatan yang kemudian dilaksanakan di Kota Padang Panjang, Pitalah Bungo Tanjuang, Batu Taba, Kacang, Kayu tanam, dan Sawahlunto, telah menunjukkan antusiasme dan semangat masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga WTBOS.

Pesan penting dari kegiatan tersebut adalah bahwa WTBOS mampu menjadi salah satu sumber inspirasi bagi partisipasi masyarakat dan komunitas untuk ikut terlibat.

Kegiatan penguatan dan aktivasi WTBOS ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait dengan bentuk dan tujuannya. Pertanyaan yang muncul menjadi penting sebagai jalan masuk bagi sosialisasi dan distribusi pengetahuan terkait dengan WTBOS.

Mereka kemudian mulai menceritakan berbagai kisah pengalaman masa lalu terkait dengan batu bara, kereta api, tambang di Sawahlunto, dan berbagai cerita lainnya.

Momentum kegiatan ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menggali pengalaman dan ingatan kolektif mereka. Kekuatan pengalaman ini juga mendapatkan penguatan melalui cerita berbentuk visual seperti pameran WTBOS, dialog, pertunjukan seni, dan pemanfaatan ruang publik stasiun kereta api sebagai lokasi kegiatan.

Setelah rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, penguatan dan aktivasi ekosistem WTBOS ini akan ditutup di Kota Solok, Sumatera Barat, pada 13-14 Desember 2023. Kegiatan penutupan akan meramu berbagai hasil dan proses yang telah berjalan pada kegiatan Galanggang Arang.

Penguatan peran dan respon komunitas terhadap WTBOS dalam berbagai bentuk akan ditampilkan, baik dari sisi gagasan maupun karya yang dihasilkan. Proses kreatif seperti kolaborasi komposisi musik (Kaba Buni) patut dinikmati dalam acara penutupan. Kaba rupa yang merupakan respon dalam bentuk seni rupa akan menghadirkan karya seni yang merespon WTBOS dalam bentuk visual.

Selain itu, produksi film dokumenter WTBOS juga dapat menjadi media dalam mengenal berbagai narasi, cerita, dan pengetahuan dalam bentuk film. Hasil pendataan dan pemetaan WTBOS yang telah mencatat dan menafsirkan berbagai objek dapat dibaca dalam sebuah buku yang berjudul Pemetaan Warisan Dunia Tambang Batu Bara Ombilin-Sawahlunto.

Acara penutupan juga menampilkan berbagai pertunjukan dan dialog yang mengikat rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. (SP)

Blibli.com
Blibli.com