
Selanjutnya, mari nikmati kata-kata demi kata dalam puisi Ditinggalkan Waktu karya Saunir Saun.
Ditinggalkan Waktu
Saunir Saun (2025)
Bulan telah berganti
Tahun ini pun akan segera pergi
Dan tak akan kembali
Makin jauh jarak peristiwa
Yang terjadi ngeri di negeri ini
Dari peristiwa akhir November itu
Kini telah mulai ditinggalkan waktu
Karena telah hampir habis pula Desember ini
Bencana longsor dan banjir bandang
Tanpa basa-basi menerjang garang
Dalam beberapa hari ini
Waktu akan menghadirkan tahun baru
Yang akan membuat jarak makin jauh dari peristiwa itu
Peristiwa yang membuat hati terenyuh luluh
Kecuali hati yang mati yang hilang rapuh
Walau peristiwa akhir November itu ditinggal jauh
Di mana lebih seribu orang terbunuh
Ratusan desa, kampung atau nagari luluh lantak
Ia tidak akan hilang dan dalam ingatan tetap akan terang
Termasuk banyaknya orang yang hilang
Anak, orangtua, saudara, teman dan keluarga
Yang hilang dan terpisah tiba-tiba
Harta benda yang dipunya hancur hilang seketika
Semua meninggalkan luka
Luka menganga pada jiwa
Kalau dilihat dari udara
Keadaan dan akibat banjir dan longsor di Sumatera
Di mana pemukiman yang dahulu damai dihuni warganya
Kini rata!
Kini kayu dan batu yang terlihat mata
Demikian pula kerusakan hutannya
Walau begitu dahsyatnya bencana menimpa
Warga atau teman-teman sebangsa di Sumatera
Banyak juga orang berkata sembarang saja
Bahkan pejabat yang tak takut hilang muka
Memhuat orang-orang sisa di Sumatera makin terasa luka
Luka menganga
Sudah begitu hebatnya bencana yang mendatangkan nestapa
Orang-orang yang tak dapat merasakannya tetap ada
Mereka yang berusaha membantu tetap saja dicela
Dan usaha serta bantuannya dibandingkan dengan bantuan negara
Yang dinilai mereka tak seberapa
Padahal mereka tidak beri apa-apa
Terkadang terbaca pula oleh kita
Orang luar lebih peka dari pada orang-orang kita
Mereka berusaha kumpulkan bantuan
Tapi dengan kasar ada kita yang melakukan penolakan
Adalah adab manusia dari dahulu
Saudara-saudara yang menderita dibantu
Tidak pandang agama, bangsa atau suku
Artinya, tidak pandang bulu
Permohonan dari mereka tak perlu ditunggu dulu
Tapi cepat bantu!
Anehnya kita menolak bantuan mereka
Membiarkan warga kita menderita
Pekikan mereka yang menjadi sisa bencana
Dan para pemimpin daerah yang melihat nyata dan membantu mereka
Sepertinya dianggap tidak apa-apa
Tidakkah merasa berdosa membiarkan saudara sendiri
Menahan lapar dan derita antara hidup dan mati
Terlalu sampai hati
Dalam kondisi duka yang mendalam
Banyak pula pemimpin kita yang tak dapat merasakan penderitaan
Sampai “ngomong” asal-asalan
Melukai dan menyakitkan
Telah mengabaikan adab dan kepatutan
Ada yang “ngomong” tanpa lihat dulu kenyataan
Bukankah itu sebuah kezoliman nyata yang dibenci Tuhan
Membiarkan saudara sendiri dalam penderitaan
Kita tahu doa-doa mereka cepat dikabulkan Tuhan
Yang menzolimi apakah bisa bertahan?
Semoga benar-benar mohon maaf dan minta ampun kepada Tuhan
Hanya itu jalan keselamatan
Dari azab Tuhan.
Rumahku, Padang,
25 Desember 2025.
———-
Penulis Irwandi Nashir (Dosen UIN Bukittinggi/Pegiat Civil Diplomacy. Pernah menjadi murid Pak Saunir Saun di jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Padang tahun 1998).



















