
TANAH DATAR – Tinjau lokasi terdapak bencana di Dusun Batang Tombong Jorong Sikabu Nagari Singgalang Kabupaten Tanah Datar, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Dr. Bakhtiar, MA, laporkan keadaan lapangan kepada Bupati Tanah Datar.
“Di dusun ini ada lebih kurang 80 kepala keluarga. Wilayah dusun ini terisolasi dan warga setempat kesulitan akses keluar masuk karena jembatan penghubung terputus akibat banjir lahar dingin Marapi satu pekan lalu,” demikian disampaikan Bakhtiar setelah melakukan pembicaraan telelpon dengan Bupati Tanah Datar Eka Putra, Senin (20/5).
Kehadiran Bakhtiar di Dusun Tombong itu, disambut hangat oleh sejumlah warga bersama kepala dusun. Dalam pembicaraan singkat dengan warga, Bakhtiar juga menyempatkan melakukan panggilan video dengan Bupati Tanah Datar.
Dalam panggilan video itu, kepala dusun setempat langsung berbicara dengan Bupati Tanah Datar Eka Putra. Laporan terkait dusunnya yang terisolasi dan belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah pun disampaikan.
“Sejak bencana terjadi, baru kemarin ada bantuan dari luar berupa sembako dan kebutuhan warga. Namun dengan banyaknya jumlah warga, bantuan tersebut tentunya belum memadai,” sebut Pit, salah seorang warga yang hadir di lokasi.
Menurutnya, hari ini tim dari MDMC Muhammadiyah Sumbar telah sampai di Dudun Tombong. Bantuan yang diberikan oleh MDMC itu, saat ini masih berada di posko mandiri yang ada di tempat itu.
Sementara itu, Ketua RAPI Kota Padang Panjang Wadriadi, SH, melalui Wakil Ketua II-nya Deni Syaputra yang turut mendampingi Ketua PWM Sumbar di lokasi menyebutkan, lokasi Dusun Tombong memenag tidak terjangkau sejak bencana banjir lahar dingin terjadi.
“RAPI sudah masuk ke sini, melakukan pendataan warga yang terimbas. Dan itu telah kita teruskan kepada pihak yang berkepentingan di Tanah Datara,” sebut Deni.
Diketahui, banjir lahar dingin Marapi telah meluluhlantakkan sejumlah daerah di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kota Padang Panjang.
Menurut data dari BPBD, selain korban jiwa yang berjatuhan, kerugian materil yang didetira daerah-daerah tersebut sebanyak 108 miliar lebih. (ni)



















