Ancak-Ancak: Seni Menimbang Rasa Melebihi Standar Biasa

Pojok Irwandi8068 Dilihat

WARTA PENDIDIKAN – Hari ini kita hidup di dunia yang punya  dua kutub yang sering bertolak belakang.

Jika tidak waspada, dua kutub ini adalah jebakan bagi kita, yaitu: hiruk-pikuk kesibukan yang hampa atau hasil karya yang sekadarnya. Kita menyaksikan betapa banyak sumber daya dan waktu terbuang untuk hal-hal remeh, sementara tugas-tugas besar diselesaikan dengan mentalitas asal jadi.

Tak sedikit sesuatu yang mestinya dikategorikan sebaghai hal yang penting, namun berubah diabaikan.

Dalam kegaduhan hitung-hitungan untung rugi ini, narasi berhikmah dari bumi  Minangkabau mendengungkan  sebuah pandua moral:  “Mangurangi sio-sio, malabihi ancak-ancak.” Sebuah pesan kearifan yang jika dibedah menyadarkan kita tentang pentingnya ketepatan lahiriah sekaligus keindahan batiniah.

Ungkapan ini bukan sekadar kato pusako (pepatah kuno) yang menghiasi bibir kita,  melainkan sebuah seruan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap hakikat keberadaan kita. Ia menuntut kita untuk berani memangkas hal yang tidak bermanfaat dan mewajibkan standar keunggulan yang melampaui rata-rata dalam setiap tindakan.

Pembersihan Diri dan Standar Kebaikan

Ungkapan “mangurangi sio-sio” berarti memangkas hal-hal yang tidak bermanfaat, sementara malabihi ancak-ancak berarti memberikan kualitas lebih pada apa yang baik. Ini adalah bentuk nyata dari tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Hidup yang dipenuhi aktivitas tanpa makna adalah bentuk pengabaian terhadap amanah dari Allah Ta’ala.

Bukankah ada dua amanah besar yang dipikul manusia dan untuk menunaikan amanah itu manusia hadir di dunia yang fana ini. Pertama, amanah wazhifah, yaitu tugas dan fungsi manusia di bumi ini. Allah Ta’ala mengajarkan bahwa manusia di bumi ini hadir untuk menjadi khalifah dan mengabdi kepada Allah Ta’ala. Kedua, amanah risalah, yaitu amanah untuk menyampaikan ajaran Allah Ta’ala: menyeru manusia kepada kebaikan, dan mencegah manusia dari keburukan. Karena it, hidup yang sekali ini di dunia mesti hidup yang bermakna.

Blibli.com
Blibli.com