Cooperative Learning, Membangun Karakter Kerjasama Siswa pada Pembelajaran Jarak Jauh

Seni Budaya993 Dilihat

WPdotCOM – Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Mereka saling membutuhkan satu sama lain untuk mencapai tujuan-tujuan dalam hidupnya.

Kegiatan sehari-hari yang dapat ditemui yang menunjukkan pentingnya kerja sama di antaranya kerja bakti membersihkan lingkungan, rapat pemilihan ketua RT, rapat pembentukan panitia suatu acara, unjuk rasa menyampaikan pendapat, dan sebagainya. Dengan demikian, bekerja sama dengan orang lain sangat dibutuhkan, dan merupakan aspek sosial yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam dunia pendidikan, keterampilan kerja sama merupakan hal penting yang harus dilaksanakan dalam pembelajaran, baik di dalam maupun di luar sekolah. Kerja sama dapat mempercepat tujuan pembelajaran, sebab pada dasarnya suatu komunitas belajar selalu lebih baik hasilnya daripada beberapa individu yang belajar sendiri-sendiri (Hamid, 2011: 66).

Seperti pepatah mengatakan, dua kepala lebih baik daripada satu kepala. Artinya, dengan adanya kerja sama, siswa dapat mengembangkan kepercayaan diri, menambah pengalaman hidup serta meningkatkan interaksi sosial yang akan membantu siswa dalam menjalani kehidupannya kelak.

Namun pada kenyataannya, masalah yang dihadapi sekarang menjadi semakin kompleks dengan terjadinya pandemi. Pembelajaran jarak jauh menjadi solusi, sekaligus menimbulkan banyak masalah-masalah baru, seperti cara belajar yang hanya terbatas mendengarkan keterangan guru dan siswa kurang berupaya memahami isi bidang studi yang diajarkan. Dan pada saat ujian, mereka mengungkapkan kembali isi bidang studi yang telah mereka hafalkan.

Belajar yang seperti itu merupakan cara yang gagal mencapai tujuan belajar dalam arti yang sesungguhnya (Apriono, 2011:161). Pembelajaran yang hanya berorientasi pada hasil belajar semata, tentu akan memberikan dampak kurang baik pada siswa, karena siswa akan cenderung individualistis, kurang bertoleransi, dan jauh dari nilai-nilai kebersamaan.

Pandemi yang sudah terjadi hampir 2 tahun membuat siswa, yang bahkan sekarang sudah kelas XI, belum kenal baik satu sama lain. Hal ini membawa dampak besar bagi proses pembelajaran. Mereka yang aktif dalam proses pembelajaran tetap perorangannya, pun juga demikian dengan mereka yang tidak aktif. Sekalipun ketua kelas dan wali kelas sudah berusaha menghubungi dan menanyakan alasannya, beberapa tetap saja cenderung meremehkan dan tidak mau berubah. Hal ini membuat hasil belajar yang dicapai dalam satu kelas tidak merata, ada yang sudah mengerti ada juga yang masih ketinggalan jauh.

Selain itu, kemajuan teknologi yang berkembang pesat akhir-akhir ini juga memberikan beberapa dampak buruk terhadap anak didik. Gadget menjadi candu yang seakan menyedot seluruh perhatian mereka yang tentu membawa dampak pada kehidupan mereka di dunia nyata, tak terkecuali di bidang pendidikan.

Ketergantungan pada gadget dan pembelajaran jarak jauh yang minim interaksi adalah kombinasi yang akan semakin membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang cenderung individualistis, kurang bertoleransi, dan jauh dari nilai-nilai kebersamaan. Inilah tugas nyata para pendidik di masa pandemi ini, di mana tidak melulu mengajar demi nilai kognitif, tapi juga tidak melupakan aspek sosial dan perkembangan karakter murid-muridnya.

Blibli.com
Blibli.com