Apa Kabar Pembelajaran Jarak Jauh?

ARTIKEL ILMIAH863 Dilihat

Di awal masa pembelajaran jarak jauh pendidik maupun peserta didik didik sangat antusias. Pendidik dengan berbagai metode melakukan kegiatan tersebut sesuai dengan kemampuannya di bidang teknologi pendidikan. Pendidik yang menguasai teknologi pendidikan tidak kesulitan mengikuti kegiatan Pembelajaran jarak jauh. Namun hal itu tidak berlaku bagi pendidik yang tidak begitu menguasai teknologi pendidikan, mereka sangat kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh ini.

Menyikapi kebutuhan sistem pendidikan jarak jauh, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi membuat website pditt.belajar.kemdikbud.go.id yang diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif bagi para pelajar dalam mempelajari ilmu tanpa batas. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran virus Corona yang mulai meluas di Indonesia. Maka dengan ini, pemerintah mengarahkan agar masyarakat tetap berada di rumah masing-masing. Karena seorang pendidik harus tetap melaksanakan tugasnya, walaupun dengan keadaan yang tidak memungkinkan seperti sekarang.

Kemudian, hal yang penulis sering tanyakan adalah, apakah model pembelajaran pembelajaran jarak jauh ini cocok digunakan oleh para peserta didik di Indonesia? Saat ini pembelajaran daring dilakukan serentak di Indonesia tanpa adanya persiapan yang benar-benar matang oleh para pendidik. Walaupun ada sikap pro – kontra yang mulai timbul dari orangtua, peserta didik, dan para pendidik

Pengalaman penulis sebagai tenaga pendidik, setelah pembelajaran jarak jauh berlangsung selama hampir 2 (dua) bulan ini, nampaknya bagai bunga yang sudah layu sebelum berkembang. Dari hasil pengamatan penulis, mayoritas pendidik dan peserta didik yang melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing, menyatakan jenuh dan bosan dengan sistem belajar yang dijalani. Rasa jenuh dan bosan itu dipicu kurang kreatifnya sistem pembelajaran daring yang diterapkan pemerintah akibat mewabahnya virus Corona atau Covid-19.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut. Pertama, peserta didik stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari gurunya. Kedua, sebagian besar pendidik memahami home learning adalah dengan memberikan tugas-tugas secara online, dan pengumpulannya pun online. Banyak pendidik yang gagal paham dengan maksud dari home learning. Padahal, maksud belajar dari rumah sesungguhnya adalah memberikan aktivitas belajar rutin pada para siswa agar tetap terbiasa belajar dan menjaga keteraturan. Dengan keteraturan itu, diharapkan anak-anak ketika masuk sekolah kembali semangat belajarnya tidak padam dan materi pembelajaran tidak tertinggal.

Ketiga, selama …

Blibli.com
Blibli.com

Tinggalkan Balasan