Meneropong Gelora Penulis Sastra Pemula di SMA Don Bosco Padang

Berita Daerah1160 Dilihat

Gadis belia yang bercita-cita menjadi jurnalis ini berpesan, teruslah menulis dan jangan pernah berhenti membaca. Secara faktual menurutnya, masih banyak sekali orang yang malas membaca apalagi menulis. Padahal baginya, menulis adalah karya yang mahal maka jangan pernah meremehkannya. Katanya, setiap karya sastra yang kita hasilkan tidak akan pernah terhapus sepanjang masa.

Selain itu, Ketua Redaksi Majalah DB Flame ini berpesan agar setiap orang mesti memulai dari hal yang kecil karena akan membuahkan hasil dan menjadi sebuah karya yang besar nanti. “Semoga saya dan teman-teman juga guru pendamping dapat menjadi garam dan terang bagi sesama dalam dunia tulis menulis,” ujarnya menutup pembicaraannya.

Sementara itu, Resi Niscaya, M.Pd guru mata pelajaran Matematika di SMA Don Bosco Padang mengatakan, apa yang dilakukan ibu Farida, Nadya dan teman-temannya hingga melahirkan buku antologi cerpen sangat membanggakan karena mengharumkan nama sekolah.

Nadya Putri Kristiando Dawolo (tengah) Sedang Membuat Gambar dalam Acara Creator Muda Academy Tahun 2019.

Menurut Resi, aktivitas literasi memang sudah menjadi budaya di SMA Don Bosco Padang. Maka menurutnya, ketika aktivitas literasi itu berbuah karya sastra berupa buku merupakan suatu hal yang luar biasa.

“Saya mengapresiasi anak-anak yang meski masih belia tetapi sudah memiliki kemampuan menulis yang luar biasa. Anak-anak benar-benar tergerak hatinya dan mencurahkan diri dan pikiran sepenuhnya untuk menulis,” ucapnya bangga.

Resi mengatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan literasi di sekolahnya. Namun katanya, terkait menulis, banyak rekan sejawat belum semuanya terlibat secara maksimal. Meski demikian menuurutnya, memberi dukungan secara moril kepada rekan sejawat yang berbakat dalam dunia tulis menulis terus mereka berikan.

“Apabila ada kesempatan seleksi membuat karya sastra atau mengikuti lomba menulis maka, sebagai rekan guru kami memberikan waktu pelajaran kami digunakan oleh ibu Farida untuk mendampingi para siswa yang mengikuti proses seleksi untuk ikut lomba menulis,” tuturnya.

Terkait guru mesti menjadi inspirasi dalam menulis, ia  mengatakan memang guru mesti memulai lebih dulu untuk menginspirasi siswa. Secara pribadi, ia termasuk salah seorang yang gemar membaca namun dalam menulis belum digelutinya dengan serius.

“Secara khusus menulis karya ilmiah popular berupa esei, opini juga karya sastra seperti puisi dan cerpen memang belum saya geluti. Saya lebih cenderung pada tugas penelitian lainnya seperti membuat PTK dan menulis artikel di jurnal” terangnya.

Tuntutan profesi untuk menulis…

Blibli.com
Blibli.com

Tinggalkan Balasan