Para Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata Bersedekah

Berita Daerah945 Dilihat

“Menjelang pengiriman nama peserta US/UN, nama anak Yuni tidak terdata di dapodik SDN Pada. Pengiriman nama peserta US/UN pun terkendala. Namun, berkat kerja sama antara operator sekolah dan operator kabupaten akhirnya nama Yuni bisa dikeluarkan dari Dapodik sekolah asal dan diinput masuk data Dapodik SDN Pada sehingga ia berkesempatan mengikuti ujian,” ujarnya berkisah.

Mantan Kepala Sekolah SDN Waijarang-Kabupaten Lembata ini mengatakan, pandemi covid-19 tak segan-segan memaksa pihak guru dan siswa belajar dari rumah. Dalam masa belajar ini menurutnya, Yuni mengalami peristiwa yang sangat mengganggu mental dan kejiwaannya.

“Padahal ia hanya tinggal numpang bersama mama kecilnya. Saat ini ibunda dari Yuni berada di Malaysia, sedangkan bapaknya ada di Batam. Mereka tiga bersaudara. Saudara sulungnya Yuni kini bekerja di Batam. Sementara itu, adiknya saat ini duduk di kelas 6 SLB Pada. Keduanya pindah ke Pada setelah neneknya meninggal dunia. Yuni dan adiknya dijemput mama kecilnya Sofi untuk tinggal bersamanya di Pada,” ceritanya.

Yuliana Peni (depan kanan berbaju kuning) Anak Korban Kekerasan Seksual Saat Menerima Bantuan Uang Tunai dari Para Kepala Sekolah SD yang Diserahkan Secara Simbolis Oleh Kadis PKO Kabupaten Lembata.

Menurutnya, ketiga anak ibu Sofi dan anak Yuni yang belajar di SDN Pada mempunyai karakter bagus dan kompetensi inteligensinya juga sangat baik. Lanjutnya, meski kondisi mereka serba terbatas tetapi mereka tetap tekun belajar.

Sementara itu, Yos Benidau mewakili keluarga anak Yuni dan mama Sofi menyampaikan banyak terima kasih kepada Kadis PKO, Kepala UPTD, Korwas, pengawas, kepala SDN Pada dan para kepala sekolah lainnya yang telah mengunjungi rumah ibu Sofi untuk melihat langsung keadaan anak Yuni atas kejadian yang tidak terduga menimpanya.

Blibli.com
Blibli.com