Para Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata Bersedekah

Berita Daerah943 Dilihat

Menurut Sil, berdasarkan data yang disampaikan Permata Lembata, kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan dan anak lebih banyak dilakukan oleh orang-orang dekat. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar semua pihak terus memberikan edukasi tentang bagaimana skema perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Untuk anak Yuni, belajar baik-baik. Semua orang dengan riwayat perjalanan hidupnya masing-masing. Banyak orang sukses melewati jalan yang lebih sulit dan buruk untuk sampai kepada kesuksesan. Yuni perlu melihat ke depan untuk menata hidup yang lebih baik dan meraih cita-cita,” ujarnya berpesan.

Tak lupa Sil mengingatkan agar di masa covid-19, semua warga sekolah selalu menjaga kesehatan dengan menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga imunitas tubuh dan memakai masker ke mana pun bepergian.

“Memang banyak masalah yang menghadang di hadapan kita tetapi kita mesti tetap berani menghadapinya. Sebab sampai di ujung dunia mana pun kita tidak tahu nasib kita. Sepanjang kita masih hidup, kita mesti mengedepankan sikap saling menolong,” tandasnya.

Kadis Sil juga menjanjikan agar semua anak ibu Sofia bisa mendapatkan bantuan untuk menjamin pendidikan mereka ke depan. Secara khusus untuk Yuni, Kadis Sil berpesan agar Yuni bisa menunjukkan yang terbaik selama menjadi penghuni Panti Sosial Taruna Harapan.

“Masih banyak anak di Kabupaten Lembata mengalami nasib sama seperti yang Yuni alami tetapi banyak yang ditutupi. Namun, sekali lagi saya ingatkan bahwa kekerasan terhadap anak dan perempuan memiliki konsekuensi hukum yang berat,” ungkapnya.

Apa pun tantangan, Kadis Sil mengajak anak-anak mesti sekolah agar bisa mengetahui banyak hal tentang kehidupan yang lebih luas. “Banyak anak dari keluarga kurang mampu justru berhasil. Sebaliknya anak-anak dari keluarga mampu banyak yang gagal karena kurang serius mengisi hidup untuk menggapai masa depannya dengan tekun  belajar,” ujarnya.

Kadis berpesan agar para guru, orang tua dan anak Yuni tetap semangat. Kepada ibu Sofia Kadis mengatakan, lembaga pemasyarakatan merupakan lembaga yang disediakan untuk membuat orang menjadi baik bukan menghukum.

“Memang kalau dalam hidup kita tidak saling mendengarkan maka, negara mempunyai alat untuk membantu kita mengarahkan kita untuk hidup yang lebih baik agar bisa saling mendengarkan,” pungkasnya.

Menurutnya, di lapas para nara pidana makan enak tetapi jika dipikirkan ternyata itu menjadi sekaligus beban karena istri dan anak-anak yang ditinggalkan di rumah kurang bahkan tidak mendapat perhatian. “Jangan menyerah dan putus asa,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Albertus Muda

 

Blibli.com
Blibli.com