
Pola pembelajaran di rumah pastinya memiliki kendala tersendiri bagi guru Pendidikan Jasmani (Penjas) dalam mempraktikkan keterampilan motorik. Banyak guru memberi pembelajaran daring hanya memberi teori saja sedangkan pembelajaran Penjas lebih banyak aktivitas praktik. Dalam pembelajaran daring guru susah untuk memperagakan gerak kepada siswa, sebaliknya juga siswa tidak bisa memahami dalam gerakan yang diberikan guru.
Keterbatasan tersebut mengambarkan tidak efektivitasnya pembelajaran daring. Ada beberapa kendala pembelajaran daring di sekolah. Pertama, adalah guru susah dalam menjelaskan dan memperagakan gerakan seperti senam, teknik sepak bola, dan masih banyak materi praktek lainnya. Kendala lain yaitu jaringan internet yang masih sangat kurang, berbeda dengan di daerah Jakarta atau kota besar lainnya, jaringan internetnya lancar. Sebaliknya, di Aceh jaringan internet sangat buruk. Ada desa di Aceh yang belum ada jaringan telepon. Bagaimana menerapkan pembelajaran daring dengan efektif jika fasilitas pendidikan di pusat dan daerah bak langit dan bumi?
Bahkan dalam tayangan diskusi siswa tingkat SMA yang diadakan di Jakarta, seorang siswa menyatakan bahwa pembelajaran daring tidak efektif dalam melangsungkan pembelajaran. Ada siswa siap buka daring ketiduran, ada juga tingkah lain yang dibuat oleh siswa yang malas belajar. Ada pula pendapat jika belajar daring mengapa tidak belajar dari Google karena Google lebih pintar, lebih terarah dan lengkap ilmunya.
Kendala yang terjadi pada guru, yaitu kesulitan mengelola PJJ dan fokus penuntasan kurikulum, waktu belajar yang berkurang, dan komunikasi orang tua siswa. Masih banyak kendala yang terjadi pada orang tua, tidak semua orang tua bisa mengontrol dan mendampingi anaknya belajar, ada orang tua tidak memahami yang diberikan guru untuk anaknya. Dan kendala dari pihak siswa yaitu stres dalam mengerjakan tugas sekolah yang tidak dia mengerti, kesulitan berkonsentrasi saat belajar, dan masih banyak kendala lain yang dihadapi mereka.
Maka, jika diteruskan pembelajaran daring ini, banyak efek ke depan khususnya di bidang pendidikan, bisa saja siswa tidak bersekolah lagi. Penurunan pencapaian belajar siswa, dikerenakan siswa mencari kegiatan di waktu luang.
Untuk membantu guru dalam mengajar Pendidikan Jasmani ke depan, pemerintah mengupayakan pengajaran yang efektif dalam mengikuti praktik mata pelajaran dengan tatap muka. Jumlah siswa lima orang per ruangan dibagi menjadi beberapa kelompok, dan tentunya mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah.
Mudah-mudahan pendemi Covid-19 cepat berlalu agar pendidikan berjalan dengan baik tanpa kendala, dan juga bisa membuat kejuaraan seperti event 17 Agustus mendatang dalam memeriahkan HUT RI. Semoga juga pembelajaran di sekolah terutama praktik tetap bisa berlangsung dengan efektif tanpa kekhawatiran dengan pandemi
Penulis: Fendy Susanto, S.Pd. (Guru SMA Negeri 3 Kota Batu)



















