Kurikulum Merdeka, Hadir untuk Mengatasi Learning Loss

ARTIKEL ILMIAH1325 Dilihat

Walaupun pada saat PJJ lalu pemerintah, dalam hal ini Kemeterian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah mengeluarkan peraturan dengan adanya kurikulum yang disederhanakan, learning loss tak dapat dihindarkan. Siswa kurang mendapat asupan pembelajaran, guru juga tengah melakukan pembiasaan pembelajaran dengan beragam media teknologi yang sebelumnya tidak menjadi perhatian penuh.

Sebagai bahan kajian, learning loss dapat menjadi pemicu terjadinya berbagai hal negatif dalam dunia pendidikan anak. Berikut penulis uraikan secara singkat beberapa dampak negatif tersebut.

  1. Terganggunya tumbuhkembang mental anak

Terjadinya kesenjangan pemahaman anak dalam pembelajaran akibat tidak dilakukannya pertemuan tatap muka sejak adanya PJJ beberapa waktu berlalu, telah mebuktikan bahwa anak di kelas rendah, tidak mendapat pendidikan karakter secara cukup oleh guru. Hal itu bukan karena kesalahan pendidik, namun karena waktu dan media yang digunakan tidak tepat dan butuh cara-cara yang lebih baik.

Bila selama ini siswa langsung berhadapan dengan guru di kelas, pembiasaan, pendidikan mental dan karakter, dapat dilakukan oleh guru secara langsung. Proses memberikan teladan atau contoh dapat pula langsung dipraktekkan dan ditiru oleh siswa.

Dikhawatirkan, bila pada masanya nanti pembelajaran telah kembali pada kondisi semula, tatap muka dilakukan secara penuh seperti sediakala, anak-anak di kelas rendah mengalami kondisi mental yang belum siap untuk berada di sekolah. Mental mereka, sebagai contoh saja, siswa kelas 1 tahun pelajaran di masa pandemi dengan PJJ total, belum pernah menduduki bangku sekolah, belum kenal temannya secara nyata di sekolah, belum bergaul dengan gurunya sehari-hari secara langsung di kelas – dimungkinkan akan membuat mental mereka tidak langsung serta merta siap untuk belajar sesuai kelas yang didudukinya.

Hal tersebut di atas perlu menjadi perharian penuh bagi guru bila nanti masanya pembelajaran kembali seperti semula. Guru harus siap dengan trik dan tips jitu agar siswa tidak mengalami mental yang meburuk saat berada di kelas.

  1. Tekanan sosial

PJJ telah mebuat hubungan anak dan orang tua serta keluarganya semakin erat dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Anak yang sedang belajar melalui metode PJJ, diberikan kesempatan oleh orang tuanya untuk menggunakan pernagkat teknologi dengan membelikan atau meminjamkannya sebagai media belajar anak. Bahkan, anak ditemani dan komunikasi antara orang tua siswa dan guru sangat intens.

Blibli.com
Blibli.com