Kurikulum Merdeka, Hadir untuk Mengatasi Learning Loss

ARTIKEL ILMIAH1326 Dilihat

Hal itu membuat siswa merasa sangat diperhatikan oleh pilar-pilar penyangga pendidikan. Semua elemen memberikan perhatian penuh, sementara ketika nanti secara total kembali pada pembelajaran tatap muka, anak akan menjadi orang baru di sekolah. Mereka dipastikan membutuhkan waktu lebih banyak untuk membuat pergaulan baru dengan teman sejawatnya di kelas.

Pergaulan baru di kelas, yang selama dua tahun belum pernah dilakukan oleh siswa kelas rendah, tentu akan membawa tekanan sosial pada diri anak. Anak harus memulai pergaulan dengan teman-teman yang sama sekali belum dikenalnya sejak dua tahun belajar dari rumah. Mereka satu kelas, tetapi belum bergaul sebagai sesama teman. Hal ini pun mesti dikelola dengan baik oleh sekolah dan guru. Karena bila dibiarkan begitu saja, siswa butuh waktu keluar dari tekanan sosial pergaulannya yang belum matang.

Dengan adanya kurikulum merdeka di tahun pelajaran 2022/2023 nanti, kemungkinan akan membawa angin segar bagi guru untuk lebih leluasa mengampu pembelajaran di kelas sekaligus untuk memberikan pemahaman kepada anak yang berada di kelas rendah untuk menguasai pembelajaran, di samping memulai pergaulan di lingkungan sosialnya yang baru. (*)

 

Sumber rujukan

  1. Andriani, W., Subandowo, M., Karyono, H., & Gunawan, W. (2021). Learning Loss dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Corona. 1(1). Aprilia, Tiyas. (2021).
  2. Basar, A. M. (2021). Problematika Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19. Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan.
  3. Risiko Learning Loss Menghantui Peserta Didik di Masa Pandemi. Online. (https://www.majalahsuarapendidikan.com/2021/02/risiko-learning-loss-menghantui-peserta.html )

Penulis: Delfitrawati, S.Pd. (Kepala SDN 04 Biaro, Kec. Ampek Angkek, Kab. Agam – Sumbar)

Blibli.com
Blibli.com