Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah

ARTIKEL ILMIAH1480 Dilihat

Norma, peraturan, dan tradisi sekolah merupakan infrastruktur yang memperkuat pembentukan budaya sekolah yang kokoh. Budaya sekolah yang unggul mengembangkan budaya disiplin warga sekolah melalui tata tertib sekolah. Tata tertib sekolah adalah aturan yang berlaku di lingkup sekolah yang mengikat warga sekolah (tata tertib guru, tenaga kependidikan, dan tata tertib peserta didik).

Sekolah membangun budaya tertib dengan memiliki peraturan yang dituangkan dalam buku pedoman/panduan perilaku peserta didik, yang di dalamnya memuat tentang aturan dan konsekuensi terhadap pelanggaran aturan. Buku pedoman/panduan perilaku digunakan peserta didik dalam bertingkah laku, bersikap, beraktivitas sehari-hari di sekolah sehingga suasana pembelajaran menjadi kondusif.  Sekolah merumuskan tata tertib yang memuat pengintegrasian nilai-nilai karakter bagi peserta didik dengan melibatkan peserta didik, orang tua, guru, dan kepala sekolah.

Sekolah dengan ketegasan dapat melaksanakan tata tertib yang telah dirumuskan dengan memberikan penghargaan dan sanksi sebagai konsekuensi dari upaya mematuhi tata tertib. Evaluasi tata tertib sekolah dilakukan minimal setiap tahun untuk menilai efektivitas dan relevansinya dalam membentuk karakter peserta didik.

  1. Mengembangkan penjenamaan sekolah.

Penjenamaan sekolah (school branding) adalah pencitraan sekolah dengan pengembangan keunikan, kekhasan, dan keunggulan sekolah yang membedakan dengan sekolah lainnya. Hal ini didesain dengan menonjolkan ciri khas yang diunggulkan dan sesuai dengan nilai-nilai karakter sekolah yang akan dibangun dan dijadikan prioritas. Jenama sekolah (school  brand) menunjukkan kekuatan dan keunggulan sekolah berdasarkan kekuatan potensi peserta didik dan lingkungan, peluang yang ada, tradisi, dukungan warga sekolah dan masyarakat. Penjenamaan sekolah menghasilkan citra positif sekolah untuk meningkatkan dukungan warga sekolah dan masyarakat.

  1. Mengembangkan kegiatan literasi

Literasi sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, seperti menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Kegiatan-kegiatan yang menunjang literasi sekolah antara lain: 1) melakukan pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai; 2) mengadakan GEMES (Gerakan Membaca untuk Semua) yang dilakukan oleh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan; 3) menyediakan pojok-pojok baca di setiap kelas dan di sudut-sudut sekolah.

Blibli.com
Blibli.com