
Selain itu juga bisa, 4) mendesain perpustakaan dan memperbanyak koleksi buku bacaan sesuai minat baca peserta didik serta menanamkan nilai-nilai karakter; 5) memilih duta literasi sekolah, raja dan ratu baca, dan sebagainya; 6) mengadakan panggung literasi; 7) mengadakan festival literasi sekolah dengan berbagai perlombaan seperti menulis, mendongeng, membaca puisi dan lain-lain; 8) berpartisipasi aktif dalam meramaikan majalah dinding sekolah; 9) melibatkan orang tua dan masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.
- Mengembangkan minat, bakat, dan potensi melalui kegiatan dan ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler didesain dan dipilih dengan mempertimbangkan minat, bakat, dan potensi peserta didik serta mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang akan ditanamkan dengan memerhatikan potensi dan kearifan lokal. Kegiatan ekstrakurikuler menumbuhkan nilai-nilai utama pembentukan karakter serta penjenamaan sekolah.
Sekolah menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk membangun olah hati, olah rasa, olah raga dan olah pikir. Sekolah memberikan ruang dan pendampingan bagi peserta didik yang memiliki minat, bakat, dan potensi khusus.
Tujuh poin di atas, diharapkan dapat terlaksana sebagai bagian dari upaya pengimplementasian Penguatan Pendidikan Karakter siswa di sekolah melalui budaya sekolah yang baik dan berkesinambungan. Upaya ini tentu saja tidak dapat dilakukan tanpa keseriusan dan kesepakatan warga sekolah. Kepala sekolah dan guru, dapat merumuskan program pembudayaan pendidikan karakter ini bersama komite sekolah. (*)
Sumber rujukan
- Samawi, M., dan Hariyanto, (2011). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
- Susanto, Ahmad. 2016. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group
- Yaumi, M. (2014). Pendidikan Karakter (Landasan, Pilar, dan Implementasi). Jakarta: Kharisma Putra Utama.
Penulis: Delfitrawati, S.Pd. (Kepala SDN 04 Biaro, Kec. Ampek Angkek, Kab. Agam – Sumbar)



















