Membangun Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah

ARTIKEL ILMIAH1364 Dilihat

Lalu, setelah ketiga wadah tersebut dapat terlaksana dengan angka capaian yang baik, PPK berbasis budaya sekolah baru dapat diimplementasikan. Ada delapan cara yang bisa dilakukan untuk mengimplementasikan PPK berbasis budaya sekolah, sebagai berikut.

Melakukan pembiasaan nilai-nilai utama

Mengembangkan berbagai bentuk pembiasaan untuk menanamkan nilai-nilai religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong-royong, dan integritas. Kegiatan pembiasaan ini bisa dilakukan melalui kegiata harian, mingguan, bulanan, semesteran, atau tahunan.

Memberikan keteladanan antar warga sekolah

Seluruh warga sekolah (kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan) memberikan keteladanan bagi peserta didik untuk memberikan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter. Perilaku keteladanan merupakan contoh nyata dari figur orang dewasa yang dapat ditiru secara langsung oleh setiap warga sekolah.

Misalnya keteladanan kepala sekolah akan ditiru oleh guru dan peserta didik, keteladanan guru akan ditiru oleh peserta didik, dan keteladanan peserta didik akan ditiru oleh peserta didik lain. Contoh perilaku keteladanan antara lain datang ke sekolah lebih awal, berperilaku dan bertutur kata santun.

Melibatkan seluruh pemangku kepentingan

Kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah dalam mengembangkan program dan kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Sekolah melibatkan berbagai pihak untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan memberi ruang bagi masyarakat, terutama orang tua dan alumni agar terlibat dalam pengembangan pendidikan. Sekolah membangun hubungan yang baik dan memperkuat jejaring dengan tripusat pendidikan (sekolah, keluarga dan masyarakat).

Membangun dan mematuhi norma, peraturan dan tradisi sekolah

Norma, peraturan, dan tradisi sekolah merupakan infrastruktur yang memperkuat pembentukan budaya sekolah yang kokoh. Budaya sekolah yang unggul mengembangkan budaya disiplin warga sekolah melalui tata tertib sekolah. Tata tertib sekolah adalah aturan yang berlaku di lingkup sekolah yang mengikat warga sekolah (tata tertib guru, tenaga kependidikan, dan tata tertib peserta didik).

Sekolah membangun budaya tertib dengan memiliki peraturan yang dituangkan dalam buku pedoman/panduan perilaku peserta didik, yang di dalamnya memuat tentang aturan dan konsekuensi terhadap pelanggaran aturan. Buku pedoman/panduan perilaku digunakan peserta didik dalam ber-tingkah laku, bersikap, beraktivitas sehari-hari di sekolah sehingga suasana pembelajaran menjadi kondusif.

Sekolah melaksanakan tata tertib yang telah dirumuskan dengan memberikan penghargaan dan sanksi sebagai konsekuensi dari upaya mematuhi tata tertib. Evaluasi tata tertib sekolah dilakukan minimal setiap tahun untuk menilai efektivitas dan relevansinya dalam membentuk karakter peserta didik.

Blibli.com
Blibli.com