
Menilik lebih jauh, gagasan merdeka belajar ini bisa menjadi ajang guru agar kembali belajar untuk menelurkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan untuk menunjang proses belajar. Pemerintah menyediakan platform yang mempermudah guru untuk mengakses perangkat penunjang kompetensi dan ketersediaan berbagai media agar guru lebih bisa mengeksplor diri. Gagasan merdeka belajar bisa menjadi salah satu inovasi belajar berbasis teknologi dalam pembangunan pendidikan revolusi industri 4.0. Hanya saja, masih banyak dijumpai guru yang membatasi diri untuk belajar dengan alasan faktor usia yang tidak muda lagi dan merasa gagap teknologi.
Dalam arti lain, masih banyak guru yang enggan keluar dari zona nyaman sistem pembelajaran tradisional yang selama ini dijadikan pedoman. Pola pikir seperti ini menimbulkan kejomplangan yang sangat tinggi antara guru dan peserta didik, apalagi peserta didik abad 21 didominasi oleh generasi yang sudah mengenal teknologi sejak dini. Seperti yang kita tahu, dengan adanya teknologi peserta didik dengan mudah bisa mengakses sumber informasi baru dengan cepat. Kita juga tidak bisa menampik pemanfaatan teknologi ini bisa menjadi senjata untuk menarik peserta didik dalam proses belajar.
Berdasarkan alasan di atas, bukankah guru sebagai tombak pendidikan dituntut untuk menyesuaikan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan dan keadaan peserta didik? Bukankah guru diminta untuk melek teknologi? Bukankah dengan adanya gagasan merdeka belajar ini bisa menjembatani guru untuk lebih mengasah kemampuan dan potensi yang dimiliki? Karena pada hakikatnya dalam proses pembelajaran membutuhkan guru sebagai penggerak. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mengasah kompetensi dan inovasi mengikuti perkembangan zaman.
Menjadi guru di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi para guru. Apalagi untuk saat ini guru tidak hanya dituntut menguasai setiap materi pelajaran yang diampu tetapi juga harus menelurkan inovasi yang mampu menarik peserta didik agar lebih memahami dan menguasai materi yang disampaikan.
Lalu bagaimana cara guru menghadapi tantangan setiap tantangan yang ada? Dalam penggiatan pendidikan merdeka belajar, peran guru mengalami perubahan. Dalam pelaksanaan pembelajaran, saat ini guru harus mampu membangun kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada guru sebagai pusat transfer ilmu, namun guru harus berperan lebih dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan cara membangun komunikasi interaktif melibatkan kedua belah pihak. Guru juga bisa berperan sebagai fasilitator pembelajaran siswa agar proses pembelajaran yang berlangsung lebih terarah.



















