Guru dan Gagasan Merdeka Belajar

ARTIKEL ILMIAH726 Dilihat

Guru perlu menyesuaikan dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan perubahan yang terjadi, baik itu perubahan kurikulum pembelajaran dari pemerintah dan perubahan peserta didik sesuai zamannya. Untuk penyesuaian ini, guru harus mau merubah pola pikir dan tidak membatasi diri terhadap perubahan yang terjadi. Saat ini banyak kegiatan pilihan peningkatan kompetensi guru yang difasilitasi pemerintah seperti pelatihan dan platform kegiatan guru, yang tujuannya untuk peningkatan kompetensi pedagogik bahkan juga untuk mempelajari cara pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, contohnya webinar nasional, platform merdeka belajar. Di mana guru dapat berbagi bukti karya yang dilakukan sebagai bentuk mewujudkan merdeka belajar dan berbagi ilmu dan informasi dengan sesama guru.

Kemudian, guru juga bisa memperbanyak referensi bacaan seperti artikel dan jurnal untuk mengasah dan mempraktekkan metode belajar. Dan yang tak kalah pentingnya, dalam mewujudkan merdeka belajar guru harus mampu membangun kedekatan dengan peserta didik, dengan tujuan untuk mengenal lebih dalam perbedaan karakteristik antar peserta didik yang nantinya bisa sangat berpengaruh diterapkan dalam setiap metode yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Gagasan merdeka belajar ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi guru sebagai aktor penggerak dalam meningkatkan kompetensi agar relevan dengan perkembangan kebutuhan setiap peserta didik, sejalan dengan perkembangan teknologi yang menjadikan teknologi informasi dan komunikasi sebagai penggerak dalam proses pembelajaran. Peran guru bukan lagi sebagai pentransfer ilmu semata agar peserta didik bisa mengerjakan dan menyelesaikan soal-soal ujian yang diberikan, tetapi dengan jangkauan yang lebih luas guru dengan menyesuaikan kompetensi berperan sebagai fasilitator dan motivator agar peserta didik mampu memahami dan menguasai konsep dasar yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam aksi nyata.

Oleh karena itu, sebagai guru mau tidak mau, siap tidak siap perubahan dan perkembangan yang terjadi harus menjadi tantangan yang harus diterima dan dijalani, tidak ada pilihan “maju atau mundur” yang diberikan, yang ada hanya tombol maju untuk mempelajari, meningkatkan kompetensi yang berguna untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang ingin melahirkan generasi unggul dan berkarakter.

 

Rujukan

  1. Teknowijoyo, Felixtian., & Marpelina, Leni. (2021). Relevansi Industri 4.0 dan Society 5.0 terhadap pendidikan di Indonesia. Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan.Vol.16, No 2 Desember 2021, hal. 173-184.
  2. https://merdekabelajar.kemdikbud.go.id//
  3. https://ditpsd.kemdikbud.go.id/merdeka-belajar//

Penulis: Petri Syandora, S.Pd.SD (UPT SDN 14 Situmbuk, Kec. Salimpauang Kab. Tanah Datar – Sumbar)

Blibli.com
Blibli.com