Talenta Muda dalam Gelombang Politik Kebangsaan

Berita Opini1174 Dilihat

Selain itu, kita perlu membuka jendela kesempatan bagi generasi muda Muhammadiyah melalui lumbung social entrpreneurship (kewirausahaan sosial) sehingga talenta-talenta kemandirian dapat tumbuh pada diri pemuda. Terakhir, pemanfaatan teknologi informasi untuk mencari arah dan visi baru dalam membentuk ekosistem gerakan Pemuda Muhammadiyah yang mengintegrasikan spirit kemandirian dan sosial-keagamaan agar aktualisasi potensi pemuda dapat teraktualisasikan dengan tanpa menanggalkan nilai-nilai tauhid dan bekal pribadi yang hebat. Karena itu, kisah generasi muda adalah kisah kepemimpinan. Estafet kepemimpinan yang akan mengisi politik kebangsaan yang dalam kurun waktu tertentu akan menghiasi generasi baru negarawan yang unggul dan kompetitif. Merekalah nahkoda bangsa yang berikutnya dan lahir dari proses perubahan sosial yang mengisi kehidupan komponen bangsa dalam gelombang politik kekinian.

Inilah yang dirindukan Buya Hamka, suatu generasi muda yang berkarakter. Dalam karyanya Pribadi Hebat (2020), salah satu pribadi muslim berkarakter adalah memiliki cara pandang yang terbuka, bijak bersikap dan berbicara, tahu diri, dan bergaul penuh percaya diri dengan tetap membawa bekal pandangan hidup tauhid sehingga tidak menjadi pribadi yang mudah patah arang.

Dengan demikian dakwah risalah Islam berkemajuan Pemuda Muhammadiyah perlu menyasar tujuan yang tepat. Sehingga dapat menemukan pendekatannya yang lebih kompatibel untuk memaksimalkan semua potensi kader serta merangkul pemangku kepentingan (stakeholders) dengan pola kemitraan yang setara. Hal ini bertujuan untuk membumikan agenda gerakan praksisnya yang terpadu dan strategis menyongsong Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang ke delapan belas tahun 2023.

Penulis: Zaedi Basiturozzak, M.Si (Ketua IKA Psikologi S-2 Unpad & Pengurus PP Pemuda Muhammadiyah)

Blibli.com
Blibli.com