Strategi Guru Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas I

ARTIKEL ILMIAH3352 Dilihat

Bersabarlah dengan keengganan untuk menulis. “Saya tidak mengatakan adalah alasan yang sempurna. Mengakui bahwa keinginan untuk menulis adalah hal yang kapan-kapan. Akan ada saat ketika seorang anak terbakar untuk menulis, yang lain, bila perlu dingin. Tetapi frekuensi penulisan adalah penting untuk mengembangkan kebiasaan menulis.

Selanjutnya, h) Pujilah usaha anak dalam menulis. Lupakan apa yang terjadi padamu di sekolah dan menolak kecenderungan untuk fokus pada kesalahan ejaan, tanda baca, dan aspek mekanis lainnya menulis. Tekankan keberhasilan anak. Untuk setiap kesalahan anak membuat, ada puluhan hal-hal yang dia telah dilakukan dengan baik.

Dalam mengajar menulis di kelas rendah ada beberapa kendala yang dihadapi guru seperti sulitnya mengajar menulis pada siswa yang tidak pernah mengenal huruf pada taman kanak-kanak. Selain itu banyaknya siswa yang butuh perhatian dan bimbingan guru dalam belajar menulis di kelas rendah ini. Dalam memecahkan masalah tersebut guru menerapkan pembelajaran dengan latihan menulis kepada siswa yang belum terlatih menulis secara terus menerus dan membimbing siswa yang masih kesulitan dalam menulis.

Selain itu, guru memberikan perhatian lebih kepada siswa yang belum mampu menulis dengan baik pada kelas rendah sampai akhimya semua siswa mampu menulis dengan baik pada kelas yang diajar oleh penulis dikelas rendah.

Pra Menulis atau Menulis Permulaan

Kata lain dari pra menulis merupakan menulis permulaan. Pada dasarnya menulis dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni menulis permulaan dan menulis lanjut. Rochman Natawidjaja (1980:76) menjelaskan bahwa “Seperti halnya membaca, menulis pun terbagi menjadi menulis permulaan dan menulis lanjut atau mengarang”.

Menulis permulaan merupakan dasar dari keterampilan menulis lanjut. Menulis permulaan bertujuan agar siswa mampu menulis dengan terang, jelas dan mudah dibaca.

Menurut Henry Guntur Tarigan (2008:22) bahwa “Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu”.

Depdiknas (2002:3) mengatakan bahwa, ‘menulis merupakan kemampuan menuangkan gagasan, fikiran, yang memerlukan beberapa jenis keterampilan diantaranya kemampuan mengorganisasikan pendapat, mengingat, membuat konsep dan mekanik (tata tulis). Sedangkan menulis permulaan menurut Sabarti Akhadiah (1992:75) adalah mampu menulis dengan terang, jelas, teliti dan mudah dibaca.

Tujuan Menulis Permulaan

Sabarti Akhadiah, dkk (1992:64) menyatakan bahwa “Memiliki kemampuan menulis memungkinkan manusia mengkomunikasikan ide, penghayatan dan pengalaman ke berbagai pihak, terlepas dari ikatan waktu dan tempat”. Selanjutnya Sabarti Akhadiah, dkk (1992:75) juga menyatakan tentang tujuan menulis permulaan yakni “penekanan tujuannya adalah pada mampu menulis dengan terang, jelas, teliti dan mudah dibaca.”

Jadi dapat dimaknai bahwa menulis permulaan memiliki tujuan mengajarkan atau melatih kemampuan anak untuk mampu menulis lambang-lambang bahasa dengan jelas dan mudah dibaca orang lain, sehingga dapat mewakili atau mengungkapkan perasaan, pikiran dan ide penulis kepada orang lain melalui huruf-huruf (lambang bahasa) yang sudah dikenal bersama.

Penulis: Elfivanita, S.Pd.SD (SDN 03 Rambatan, Kabupaten Tanah Datar)

Blibli.com
Blibli.com