
Berdasarkan paparan tersebut di atas, maka penulis ingin mencoba melakukan penelitian dengan judul Pendekatan Metode Belajar Tuntas di Masa Pandemi dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Anekdot Siswa, khususnya di Kelas X SMA Negeri 1 Batu.
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan judul di atas, pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan, dilakukan upaya yang terarah. Pada tahap pengamatan, yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksaaan belajar mengajar, diketahui tingkat keberhasilan siswa adalah 30,30% + 27,27% = 57,57%.
Siswa yang membuat karangan tanpa struktur anekdot sebanyak 6 siswa dan yang membuat karangan dengan struktur anekdot tapi salah cara menentukan strukturnya sebanyak 8 orang. Hal ini menunjukkan siswa kurang memahami penjelasan guru. Hasil observasi masih kurang memuaskan, karena perhatian siswa diperoleh secara paksa. Meskipun hanya tahap awal, perhatian tidak tumbuh secara alamiah.
Hasil tersebut menunjukkan, secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memahami mata pelajaran mengarang cerita Anekdot hanya sebesar 57,57% lebih kecil dari prosentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan model belajar aktif.
Pada tahap perbaikan, proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan rekomendasi observasi sebelumnya, tingkat keberhasilan adalah 39,39% + 33,33% = 72,72%. Siswa yang membuat karangan tanpa struktur anekdot sebanyak 5 siswa dan yang membuat karangan dengan struktur anekdot tapi salah cara menentukan strukturnya sebanyak 4 orang.
Hasil ini menunjukkan, ketuntasan belajar mencapai 72,72% atau ada 24 siswa yang tuntas belajar. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan, setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menerapkan model belajar aktif.
Pada saat upaya perbaikan berikutnya, tingkat keberhasilan pada siklus I adalah 51,51% + 36,36% = 87,87%. Siswa yang membuat karangan tanpa struktur anekdot tidak ada, siswa yang membuat karangan dengan struktur anekdot tapi salah cara menentukan strukturnya sebanyak 4 orang.



















