Pendekatan Metode Belajar Tuntas dalam Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa

ARTIKEL ILMIAH8979 Dilihat

Hasil ini menunjukkan, ketuntasan belajar mencapai 87,87% atau ada 29 siswa yang tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus III ini ketuntasan belajar secara klasikal telah tercapai.

Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan belajar aktif. Sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan.

Melalui hasil di atas, menunjukkan bahwa cara belajar aktif model Belajar Tuntas memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat, yaitu masing-masing 57,57%, 72,72%, dan 87,87%. Pada tahap akhir, ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar aktif dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

Dengan demikian, kemampuan menulis cerita anekdot dapat ditingkatkan dengan cara belajar aktif model pembelajaran terarah. Cerita anekdot memiliki sistem penulisan yang sangat rumit dengan struktur tersendiri yang berupa abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda, oleh karena itu pembelajarannya perlu dilakukan latihan secara berulang-ulang.

Penerapan cara belajar aktif model Belajar Tuntas mempunyai pengaruh positif. Siswa dapat meningkatkan motivasi belajarnya dalam menulis cerita anekdot. Seain itu juga siswa tertarik dan berminat dengan model belajar aktif sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.

 

Daftar Bacaan:

  1. Ambary, Abdullah, dkk. 1999. Penuntun Terampil berbahasa Indonesia dan Petunjuk guru. Bandung: Trigenda Karya.
  2. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2020. Panduan Pembelajaran Jarak Jauh: Bagi Guru Selama Sekolah Tutup dan Pandemi Covid-19 dengan Semangat Merdeka Belajar. Jakarta: Kemdikbud
  3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Politeknik Negeri Media Kreatif.
  4. Melvin. L. Silberman. 2004. Active Learning. 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa dan Nusamedia.
  5. Poerwadarminta, WJS. 1979. ABC Karang Mengarang. Yokyakarta. UP.
  6. Sumardi & Nur Anggraeni. 2005. Terampil Berbahasa Indonesia Untuk SMA. Jakarta: Erlangga.

Penulis: Ritul Idha Djarwati, S.Pd., M.Pd (Kepala SMA Negeri 1 Batu)

Blibli.com
Blibli.com