Digital Literasi ke BCA, Talkshow Peran dan Karya Guru dalam Transformasi Pendidikan

Berita Opini523 Dilihat

PADANG PANJANG – Sabtu, 5 Oktober 2024 lalu, dilaksanakan kegiatan talkshow peran dan karya guru dalam transformasi  pendidikan yang diselenggarakan oleh BGP Sumbar- Disdikbud Kota Padang Panjang. Kegiatan itu dikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas dari berbagai jenjang, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB.

Talkshow tersebut dihadiri Asssiten 2 Setdako Padang Panjang Ewasoska, SH., Kepala BGP Sumbar, Sri Yulianti, M.Pd beserta tim, dan Kadisdikbud Kota Padang Panjang Nasrul, SH, M.Si dan sejumlah tamu undangan.

Dalam kegiatan itu ada beberapa poin penting yang dikupas secara ekslusif, di antaranya adalah Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, Komunitas Belajar, Transisi PAUD, serta literasi dan Numerasi.

Kegiatan yang menghadirkan enam orang narasumber itu, berbagi praktik baik  untuk menginspirasi para peserta. Narasumber tersebut di antaranya Alphabeta Nazar, Kepala SMPN 6 Kota Padang Panjang (Sekolah Penggerak), Dwi Suryani Alfa, guru SMPN 6 Kota Padang Panjang, dan Fitra Murni AR, guru SMAN 3 Padang Panjang (Guru Penggerak).

Selain itu,  Dewi Suarni, guru SDN 6 Padang Panjang Barat (Komunitas Belajar), Tria Wisata, guru SDN 8 Padang Panjang Timur  (Literasi dan Numerasi),  dan Sri Wahyuningsih, Kepala Tk Aisyiyah (Transisi PAUD).

Melalui kesempatan berbagi praktik baik sebagai Guru peggerak tentunya penulis memberikan praktik baik yang sudah dilakukan di sekolah tempat saya bertugas, yaitu SMAN 3 Padang Panjang.

Ini tentunya, sekaligu untuk memberikan pemahaman kepada peserta talkshow tentang Nilai dan Peran Guru penggerak yang merupakan Program Unggulan Kemendikbudristek RI, terkait Merdeka belajar Episode 5.

Penulis menyampaikan, perlunya memahami nilai guru penggerak seperti berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif dan inovatif. Bahkan, dengan peran guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, dan menjalin kolaborasi antar guru, serta mewujudkan kepemimpinan pembelajaran, yang telah penulis implementasikan dengan optimal.

Semua itu dibuktikan dengan menciptakan inovasi dalam pembelajaran yaitu, Digital Literasi ke BCA. BCA merupakan akronim dari Berbagi Cerita Asyik yang sangat berdampak terhadap motivasi murid dalam menulis, berkreasi sesuai bakat minat serta kemampuan menggunakan teknologi.

Hasil karya siswa, bisa diakses melalui QR Code yang sudah ada di kelas ataupun pustaka sekolah. Bahkan,  QR Code Digital Literasi ke BCA sudah ada di Perpustakaan Daerah Kota Padang Panjang dan ruang baca Rimba Bulan.

Dalam talkshow itu, banyak peserta yang antusias dan bersemangat untuk mengimplementasikan di sekolah mereka. Bahkan banyak yang meminta penulis untuk berbagi di sekolah mereka.

Sebagai guru penggerak dengan inovasi Digital Literasi ke BCA, penulis  sangat puas dengan telah mendiseminasikan praktik baik kepada 300 peserta yang hadir, yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas Kota Padang Panjang dari tingkat sekolah yang berbeda.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada BGP Sumbar- Disdikbud Kota Padang Panjang, yang telah menginisiasi pelaksanaan talkshow peran dan karya guru untuk transformasi pendidikan yang sangat luar biasa, menginspirasi,  belajar, saling berbagi serta berkolaborasi.(*)

Penulis: Fitra Murni AR

Blibli.com
Blibli.com