
Penelusuran Bangunan Tahan Gempa
Pasca gempa yang meluluhlantakkan Padang Panjang dan sejumlah wilayah di Sumatra Barat, bangunan-bangunan tahan gempa tetap tegak berdiri kokoh. Ada yang mengalami kerusakan akibat gempa 100 tahun lalu itu, dan direkonstruksi setelahnya.
Bangunan-bangunan itu menjadi bukti sejarah bagi harmonisasi kehidupan manusia dengan alam. Dan sebagai bagian dari sejarah, menjadikannya cagar budaya adalah salah satu cara agar saksi sejarah itu tidak hilang ditelan zaman, dan dapat dijadikan ruang-ruang edukasi bagi warga tentang mengerikannya kejadian di masa lalu.
Forum Masjid Siaga Bencana
Masjid dan mushalla, tempat ibadah yang selalu diramaikan oleh jemaah yang ingin membangun kebersamaan dalam saf-saf yang menguatkan Islam di Padang Panjang. Kekuatan umat ini, merupakan bukti bahwa kota ini memang layak dengan julukan Serambi Mekah.
Semua tahu dan selalu mendengar, satu orang saja warga yang meninggal dunia di lingkungan masjid, maka informasinya akan disampaikan melalui corong informasi. Masyarakat diberitahu, dikabarkan bahwa ada warga yang sedang berduka. Hal ini tentunya selrasa bila dikaitkan dengan upaya membangun informasi kebencanaan yang berasal dari tempat-tempat ibadah. Masjid dan mushalla, akan jadi pusat informasi warga ketika terjadi bencana. Dari masjid, akan lahir kekuatan umat untuk bersatu-padu dalam kebersamaan dan ketangguhan.
RT Siaga Bencana
Sayangnya, tidak semua program yang dirancang dapat terlaksana. Tak ada gading yang tak retak. Program awal yang dikemas, menuju salah satu program yakni RT Siaga Bencana. Sebuah kekuatan yang luarbiasa berbasis masyarakat saat bencana terjadi, akan lahir dari informasi dan data akurat di masing-masing Rukun Tetangga (RT).
Selain itu, RT Siaga Bencana, adalah ruang tersendiri yang dapat dijadikan alat untuk koordinasi dan validitas kondisi ketika bencana menimpa daerah ini. Semoag ke depan, lembaga-lembaga inisiator dapat mengemas program ini, untuk seterusnya diserahkan pada leading sector terkait.
Wartawan Peduli Bencana
Informasi-informasi kebencanaan dan edukasi warga, tidak terlepas dari kehadiran media-media jurnalistik yang dikemas sesuai kode etik jurnalistik yang berlaku. Kehadiran wartawan peduli bencana, dirasakan sangat penting sebagai bagian dari pemusatan informasi kebencanaan sebagai bentuk kerjasama pemerintah dalam penanganan bencana.
Program ini, akhirnya bermuara pada satu kesepakatan, lahirnya Disaster Journalist Foundation yang digawangi oleh wartawan-wartawan media nasional. Lembaga ini pun dapat diprogramkan melekat pada konsep-konsep penanganan bencana ketika terjadi.
Akhirnya, kerja bersama antara lembaga inisiator dengan sejumlah organisasi kolaborator di Sumatra Barat untuk Kota Padang Panjang ini, semoga menjadi masukan bermakna bagi pemerintah daerah. Ke depan, kerjasama-kerjasama positif tentunya mesti diteruskan. Salam Tangguh, Siap untuk Selamat! (*)
Penulis: Nova Indra (Jurnalist, Direktur Alpha Rescue – bagian dari lembaga inisiator Satu Abad Gempa Padang Panjang)



















