Menjawabi Masalah Pembelajaran, SPENSA Nubatukan Hadirkan Solusi Inovatif

Berita Daerah968 Dilihat

Doktor Ekonomi jebolan Unibraw Malang ini mengatakan, inovasi itu perubahan. Dalam konteks pandemi ia mengatakan, perubahan terjadi dari sekolah tatap muka kemudian menjadi sekolah dari rumah atau belajar dari rumah. Ia masih mempertanyakan, benarkah anak-anak sungguh mengikuti pendidikan atau belajar dari rumah?.

Ia pun menantang OPD yang ada di lingkup pemda Lembata untuk mampu menarasikan 15 inovasi yang ada dalam tubuh pemda Lembata. “Sampai dengan hari ini tidak ada satu pun OPD yang mampu menarasikan inovasi itu, memulainya dari mana dan hari ini sudah menjadi inovasi atau belum,” ujarnya.

Ia pun menantang SPENSA Nubatukan untuk membuat narasi yang bagus tentang sebuah inovasi belajar dari rumah dengan menggunakan radio pendidikan. Ia meminta agar SPENSA secara kelembagaan secepatnya merumuskan narasi tentang sistem pembelajaran dari rumah dengan metode radio pendidikan. “Saya butuh sebuah waktu yang pasti. Kita tidak pernah merumuskan bahwa kita mulainya dari sini, berproses seperti ini dan hari ini telah menjadi inovasi,” ungkapnya.

Menurutnya, jikalau SPENSA mampu mengembangkan inovasi ini dan menarasikan secara baik maka SPENSA menjadi institusi pertama yang membuat narasi tentang bagaimana proses sebuah inovasi.

“Kalau tidak maka semua orang Lembata menjadi begini terus. Berbicara inovasi tetapi tidak memahami inovasi itu apa, prosesnya seperti apa maka nihil hasilnya. Maka mesti ada kerja sama,” imbuhnya. Menurutnya, saat ini semua lembaga memiliki kecenderungan berbicara tentang inovasi. Bahkan prosesnya telah dilakukan tetapi tidak satu pun lembaga pemerintah yang pernah menulisnya.

Kadis Pendidikan Kabupaten Lembata, Silvester Samun, SH sedang membawakan sambutan saat Launching Radio Pendidikan SPENSA.

Politisi Partai Nasdem ini mengatakan, saat ini semua pihak gelisah. “Para guru gelisah tentang proses belajar dan hasil akhir, kami sebagai orang tua juga gelisah tentang anak kami yang tidak mengikuti pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Meskipun demikianm, ia mengajak semua pihak meskipun tidak banyak ilmu yang anak-anak dapatkan, ini adalah proses. Dan menurutnya, meskipun proses pembelajaran bahkan perkuliahan tanpa tatap muka atau bahkan tidak pernah mengikuti proses pembelajaran dari rumah dan menggunakan media-media yang hebat seperti hari ini, tidak perlu putus asa.

Menurutnya, jikalau hari ini SPENSA kembali menggunakan radio pembelajaran yang masuk tahapan three poin zero (3,0) padahal saat ini kita telah memasuki era four poin zero (era 4.0) kita tidak perlu memaksakan diri.

“Meskipun hari ini…

Blibli.com
Blibli.com