Menjawabi Masalah Pembelajaran, SPENSA Nubatukan Hadirkan Solusi Inovatif

Berita Daerah966 Dilihat

“Meskipun hari ini kita kembali ke radio (industri three poin zero) tetapi kita mesti menjalani situasi sesuai kondisi terkini. Kita jangan terlalu mengimpikan lompatan yang terlalu tinggi sampai ke four poin zero melampaui kondidi riil kita karena memang kondisi wilayah kita masih seperti ini. Yang ada pada kita, kemampuan masyarakat kita masih seperti ini. Jadi kalau merindukan lompatan hanya untuk 200 orang anak, maka mengorbankan 400-an orang anak bukan sebuah kebijakan yang baik dan edukatif,” jelasnya.

Kini menurutnya, SPENSA telah melakukan inovasi ini yakni menyelamatkan 743 orang anak dengan masuk kembali ke pendidikan three poin zero (3,0). “Ini luar biasa! Tetapi jika SPENSA kembali mengunjungi anak dari rumah ke rumah maka kita sedang mundur lagi ke tahapan perkembangan two point zero (2.0),” ujarnya mengkritisi.

Doktor Ekonomi yang pernah mengabdikan dirinya di Unwira Kupang ini mengatakan, gedung yang megah bukan satu-satunya faktor anak-anak meraih masa depan yang bagus. Tetapi lanjutnya, pendamping yang hebat, guru yang hebat, dan orang tua yang hebat merupakan faktor yang sangat menentukan masa depan anak.

Mengutip pendapat Professor Thomas J. Stanley dalam bukunya “The Millionaire Mind” ia mengatakan, dari ada lima faktor atau variable yang mesti menjadi pegangan bagi para guru dan orang tua dalam mendidik anak agar sukses di masa depan adalah mendidik anak tentang kejujuran. Membiasakan anak untuk memiliki disiplin diri yang tinggi. Maka menurutnya, mendengar, melihat, membaca dan kemudian menulis lagi mesti menjadi bagian yang menyatu dengan anak.

Berpose bersama di ruang Radio Pendidikan SPENSA FM 99,9 M.Hz (dari kanan ke kiri) Kepala UPTD Nubatukan, Mathias Sanga Reko, S.Pd. SD, Kepala Sekolah SPENSA Melkior Muda Making, S.Pd, Wakil Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, SE,.M.Si dan Kadis Pendidikan Kabupaten Lembata, Silvester Samun, SH.

Selain itu menurutnya, anak mesti dibiasakan untuk bergaul dengan siapa saja dan semua itu dapat dilakukan jika seorang anak berada dalam pendampingan yang baik dari guru dan orang tua yang baik pula. Lanjutnya, kerja keras juga perlu ditanamkan dalam diri anak-anak sejak dari rumah. “Membaca, membaca dan membaca. Maka ketersediaan modul menjadi sangat bermanfaat. Sebab peran buku saat ini bukan hanya menjadi jendela dunia tetapi telah menjadi gerbang besar untuk menjelajah dunia. Dan semua itu hanya bisa terjadi jika kita membiasakan diri membaca,” ajaknya.

Menutup pembicaraannya, Wabup Lembata mengatakan, inovasi yang nyata terjadi setelah proses ini berlangsung ketika yang ada di rumah bisa mendengarkan, bisa memahami, bisa menulis dan membaca. Kalau belum sampai di luar rumah maka ini hanya menjadi kreatifitas yang mati. “Selamat untuk SPENSA. Terus mengabdi untuk negeri dan Tanah Lembata,” pesannya.

Sementara itu,…

Blibli.com
Blibli.com