
Selain itu, penulis juga memberi apresiasi kepada panitia yang mendesain acara ini dengan menghadirkan para pembicara baik di tingkat lokal Provinsi Sulawesi Tenggara maupun nasional. Di tingkat nasional, panitia menghadirkan Prof. Dr. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional, yang memaparkan materi tentang, “Kebijakan Bahasa dalam Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah”. Selain itu, Prof. Dr. I Ketut Artawa, M.A., Ahli Linguistik Universitas Udayana Bali yang memaparkan materi tentang, “Bahasa Indonesia di Ruang Publik: Kajian Lanskap Linguistik”.
Di tingkat lokal, ada Prof. Dr. La Ode Sidu Marafad, M.S., ahli linguistik pada Universitas Halu Oleo yang memaparkan materi tentang, “Strategi Pemertahanan Bahasa Daerah di Era Globalisasi”. Ada juga Prof. Dr. Muhammad Rapi Tang, M.S., Ketua Program Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa PPs Universitas Negeri Makassar, yang memaparkan materi tentang, “Model Pembelajaran Sastra Sebuah Alternatif dalamn Situasi Pembelajaran Online di Indonesia”. Orang-orang hebat tanah air ini berkesempatan memaparkan makalahnya pada seminar hari pertama.
Sementara itu, pada hari kedua, panitia menghadirkan nara sumber seperti Dr. La Ode Sahidin, M.Hum., yang membawakan materi tentang, “Sastra Antara Tuntunan dan Hiburan”. Ibu Sulfiah, S.Pd., M.Hum., memaparkan materi tentang, “Negara Tanpa Bahasa adalah Negara Tanpa Identitas”. Dr. H. Amirudin Rahim, M.Hum., memaparkan materi tentang, “Pengembangan Keterampilan Menulis Mahasiswa dan Tantangan Plagiarisme pada Era Milenial”. Dr. La Ode Adili, M.Pd., memaparkan materi tentang, “Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Muna”.
Selain itu, Dr. Sumiman Udu, M.Hum., memaparkan materi tentang, “Perkembangan Sastra Indonesia pada Era New Normal Covid-19”. Dr. H. Sahlan, M.Pd., memaparkan materi tentang, “Revitalisasi Kearifan Lokal sebagai Landasan Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal”. Ada juga Prof. Dr. Zalili Sailan, M.Pd., yang memaparkan materi tentang, “Bias Gender dalam Bahasa Indonesia”. Prof. Dr. Barlian, M.Pd., memaparkan materi tentang, “Pengembangan Muatan Lokal Pembelajaran Budaya dalam Kurikulum”.
Selain menyampaikan apresiasi kepada para pemateri di atas, penulis juga memberi apresiasi kepada pembawa acara yang juga seorang akademisi, Dr. H. Aris Badara, M.Hum dan moderator handal, Dr. Irianto Ibrahim, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Seni Pascasarjana UHO yang juga pendiri La Malonda Institute Kendari yang telah memandu seluruh acara seminar di hari pertama.



















