
Sementara itu, apresiasi juga penulis berikan kepada Muhammad Rizal, S.Pd yang telah memandu seminar dan diskusi pada hari kedua. Apresiasi juga penulis berikan kepada Bapak Rektor Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Muhammad Zamrun F., S.Si., M.Si., M.Sc yang telah membuka seminar dengan resmi. Tak lupa penulis apresiasi para peserta yang hampir mencapai 400-an orang belum terhitung yang ikuti proses seminar tanpa mendaftar.
Secara khusus, penulis mengapresiasi, Dr. Nirmalasari, S.Pd., M.Hum yang telah dengan terbuka menginformasikan even seminar nasional, sehingga penulis menindaklanjuti dengan mengajak beberapa rekan sejawat mengikutinya. Teristimewa, penulis sampaikan apresiasi kepada Dr. Irianto Ibrahim, S.Pd., M.Pd yang telah mengabulkan permintaan penulis untuk membawakan sebuah puisi di sela-sela sesi diskusi seminar hari pertama. Apresiasi juga penulis sampaikan kepada Prof. Dr. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional yang juga memberi apresiasi sangat baik kepada puisi yang penulis bawakan.
Penulis akhirnya menyadari bahwa sebuah karya sehebat dan sespektakuler apa pun tidak ada artinya jika karya itu luput dari apresiasi atau pujian. Karya itu seperti tak memiliki roh. Sebuah karya menjadi karya bermakna jika diberi apresiasi oleh pihak manapun. Apresiasi akan memberi sebuah optimisme dan harapan untuk berkarya lebih maksimal dengan hasil yang semakin bermutu. Tentu karya yang dihasilkan diharapkan dapat menyentuh seluruh masyarakat di semua segmen.
Artinya, karya yang kita hasilkan tidak hanya memukau orang per orangan tetapi membawa dampak bagi masyarakat luas dan mengorbitkan figur baru dalam bidang yang sama dengan karya yang berkualitas juga. Itulah manjurnya sebuah apresiasi.


















