Memberi Kekurangan, Menerima Kelimpahan

Profil Tokoh13134 Dilihat

Penolakan demi penolakan yang dialami setiap kali ada peluang menjadi guru PNS, tidak menyurutkan niat untuk mengabdi dalam diriku. Selalu ada prinsip-prinsip dasar yang dipegang dan dijadikan motivasi. Bahkan prinsip itu membangkitkan keyakinanku bahwa akan datang kesempatan terindah bagi siapa saja, sepanjang ia memiliki kesetiaan pada tugas dan pengabdian yang sedang dijalankan. Sebagai orang beriman saya juga percaya bahwa Tuhan memiliki rancangan yang indah bagi setiap orang, untuk bisa memasuki dan menikmati sebuah masa depan. Yang dituntut dari kita hanya kesetiaan dan kesabaran dalam mengabdi.

Akhirnya setelah menjalani profesi guru honorer hampir lima tahun di SMPN 1 Malinau Kota dan enam tahun di SMA Darma Bakhti, kesetiaan dan kesabaran itu berbuah. Rasanya seperti tidak percaya manakala diinformasikan bahwa akan ada tes CPNS bagi semua pegawai honorer yang memenuhi syarat lamanya masa kerja. Pada akhir Mei tahun 2007 saya dan beberapa teman honorer dinyatakan lulus sebagai guru CPNS  setelah mengikuti tes tersebut, dan ditempatkan di SMPN 1 Malinau Kota.

Pengalaman indah ini menguatkan keyakinanku bahwa buah dari kesetiaan dan kesabaran adalah kebahagiaan. Kita bahkan sering mengucapkannya  dalam peribahasa: bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian. Bahwa setiap kemenangan harus didahului oleh rasa sakit, oleh luka, bahkan oleh darah.

Pergumulan menjadi honorer selama enam tahun kini dihadiahi sebuah status Pegawai Negeri Sipil. Ini merupakan berkat terindah dalam hidup. Bagaimana bisa, seorang yang bukan dari ilmu keguruan dan pendidikan, tetapi ditempa oleh sebuah pengalaman batas, yang menghantarnya menjadi seorang guru. Kesebaran itu selalu berbuah manis.

Meneropong wacana Sertifikasi

Seiring perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar, mulai banyak tenaga pendidikan Bahasa Inggris, baik putra daerah maupun dari luar daerah yang diterima menjadi guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Malinau Kota. Mereka memiliki kompetensi yang memadai karena telah menamatkan jenjang Strata satu pada jurusan Bahasa Inggris.

Perlahan guru cadangan ini mulai berpikir untuk mengekslporasi kompetensi dirinya yang lain supaya  tetap relevan berada di lembaga pendidikan dan  berguna utuk tugas pengabdian bagi generasi muda.  Maka ketika menguat wacana dan kebijakan pemerintah Pusat untuk mensertifikasi semua guru agar menjadi guru yang profesional di bidangnya, saya melirik kesempatan itu pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti, yang masih sinkron dengan latar belakang pendidikanku, yaitu Filsafat Agama Katolik.

Lewat perjuangan yang cukup alot, saya meyakinkan pihak Bimas Katolik Provinsi Kalimantan Timur bahwa saya bisa berkompetisi dengan bapak-ibu guru yang lain di seluruh Indonesia untuk menjadi guru Profesional. Akhirnya pada Agustus 2012, saya menjadi salah satu peserta pada PLPG (Pendidikan Dan Pelatihan Profesi Guru) di Pontianak, untuk mata pelajaran Agama Katolik dan dinyatakan lulus dengan hasil yang sangat memuaskan.

Setelah mendapat sertifikat profesi pada Oktober 2012, saya benar-benar melepas pelajaran Bahasa Inggris, dan mulai mengajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Tentu saja mendapat gelar guru profesional, bukan berarti selesai persoalan dalam diri guru. Saya tetap menyadari bahwa guru harus memegang teguh prinsip longlife education. Ia harus belajar sepanjang hayat untuk meningkatkan kompetensi dirinya supaya mampu menjawabi tuntutan zaman.

Pada fase ini saya sungguh bersyukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, para penjasa, rekan-rekan guru dan para siswa yang telah berandil besar dalam menghantar saya menjadi seorang guru. Saya memberi kekurangan dan keterbatasan dalam diriku, tetapi malah menerimanya kembali dalam kelimpahan berkat.

Blibli.com
Blibli.com