
Dia menambahkan, teknologi telah memungkinkan pengembangan penelitian baru dan inovatif, seperti linguistik corpus, analisis wacana digital, dan terjemahan mesin. Dalam praktiknya, teknologi membantu mempercepat dan memudahkan analisis data, meningkatkan akurasi hasil, dan memungkinkan pengumpulan data dalam jumlah besar dengan cepat.
Teknologi juga berperan dalam penelitian terkait bahasa yang seringkali bersinggungan dengan disiplin ilmu lain, seperti pada penelitian linguistik forensik yang merupakan bentuk penelitian berbasis bahasa yang berkaitan dengan masalah hukum.
Penelitian linguistik korpus yang merupakan studi linguistik atas sampel bahasa lisan dan tulisan dalam jumlah besar yang dapat dibaca dan dianalisa menggunakan komputer dan teknologi korpus.
Penelitian dalam terjemahan mesin melibatkan penerjemahan teks tertulis atau lisan dari satu bahasa ke bahasa lain dengan menggunakan mesin penerjemah penelitian fonetik dan fonologi yang mempelajari bunyi ujaran dan pola bunyi dalam bahasa yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental.
Teknologi yang digunakan adalah alat penganalisa bunyi, misalnya untuk mengidentifikasi penempatan tekanan leksikal pada kata kata. Penelitian dalam wacana digital (Digital Discourse) meneliti bagaimana wacana digital yang bersifat multimodal dan multisemiotik digunakan untuk mengidentifikasi identitas, aktivitas, dan ideologi di dunia digital.
Riset Linguistik Terapan yang menggunakan teknologi juga dapat dikategorikan sebagai riset humaniora digital riset Linguistik Terapan berupaya menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan bahasa. Tujuannya, memberi solusi teknologi atas permasalahan bahasa di dunia nyata.
Ia menyarankan, untuk menghasilkan dampak yang lebih besar, penelitian Linguistik Terapan harus dilakukan secara kolaboratif dengan disiplin ilmu lain. (medcom)



















